4 Fakta tentang Jak Lingko, Wajah Baru OK OTrip

JSC | 1 year ago

Senin, 8 Oktober 2018, OK OTRip resmi berganti nama menjadi Jak Lingko. Peluncuran tersebut diresmikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta. Kira-kira apa saja perbedaan Jak Lingko dan OK OTrip? Berikut beberapa fakta mengenai nama baru tersebut.

 

1. Transformasi Program OK OTrip

Jak Lingko bukan mengganti sepenuhnya program OK OTrip, smartcitizens, melainkan transformasi dan branding baru dari program yang dicanangkan Pemprov DKI tersebut. Selain nama, logo program juga akan diganti.

OK OTrip sendiri sebenarnya membuahkan hasil yang memuaskan. Dalam masa uji coba dari Desember 2017 hingga September 2018, program OK OTrip sudah melayani lebih dari 82 ribu penumpang. Sudah ada 11 operator angkutan umum yang bergabung dengan jumlah trayek yang juga bertambah. Apabila Smartcitizens ingin mengetahui lebih jauh, silakan klik di tautan berikut.

2. Kata ‘Lingko’ Terinspirasi dari Sistem Irigasi

Kata yang dipilih untuk program OK OTrip terbilang unik. Sebenarnya, ‘Lingko’ terinspirasi dari sistem aliran sawah di Nusa Tenggara Timur. Tidak seperti persawahan di Jawa yang umumnya berbentuk kotak-kotak, Lingko memiliki sistem persawahan melingkar yang mengelilingi satu titik di pusatnya, seperti halnya jaring laba-laba.

Filosofi dari Lingko adalah jejaring di mana setiap bagian dapat terhubung dan terintegrasi, seperti halnya sistem transportasi umum di Jakarta yang menghubungkan berbagai moda kendaraan. Kamu hanya perlu menggunakan satu skema pembayaran untuk menaiki berbagai angkutan ibu kota.

3. Akan Berintegrasi dengan LRT dan MRT

Tentunya selain berganti nama, program integrasi transportasi ini juga dikembangkan jadi lebih baik. Salah satunya adalah rencana pengintegrasian moda transportasi LRT (Light Rail Transit) dan MRT (Mono Rail Transit). Sebelumnya dalam OK OTrip jenis kendaraan yang tergabung adalah Transjakarta, angkutan sedang, dan angkutan kecil (angkot). Dengan semakin banyaknya moda transportasi umum maka mobilitas di ibukota pun akan semakin mudah dan terjangkau.

 

4. Tetap Rp 5000 ke Mana Saja

Akan tetapi selain perubahan-perubahan di atas, Jak Lingko tetaplah serupa dengan program OK OTrip yang mengutamakan integrasi angkutan umum. Dengan 5000 Rupiah, pelanggan sudah bisa menggunakan berbagai transportasi umum yang terintegrasi selama 3 jam terhitung setelah tap in.

 

Sudah saatnya kita beralih ke transportasi umum untuk menciptakan Smart Mobility di Jakarta. Selain mengurangi macet dan polusi, naik angkutan umum juga lebih hemat dan sehat.

Artikel lainnya

Transjakarta, BRT dengan Jalur Lintasan Terpanjang di Dunia

TransJakarta merupakan sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan yang beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta, Indonesia. Sebagai salah satu penyedia layanan ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City