Mari Intip Fasilitas di Asian Para Games 2018

JSC | 1 year ago

Asian Para Games 2018 telah dimulai. Bagaimana pendapatmu mengenai Opening Ceremony yang telah berlangsung semalam, Smartcitizens? Selain upacara pembukaan yang cukup memukau, INAPGOC selaku panitia Asian Para Games juga memanfaatkan berbagai teknologi agar perhelatan tersebut berjalan lancar. Identik dengan topik disabilitas, tentunya Asian Para Games ini membutuhkan fasilitas khusus yang berbeda dari acara pendahulunya Asian Games 2018.

Wisma Atlet tetap menjadi tempat menginap para atlet berkebutuhan khusus dari berbagai penjuru Asia. Namun tidak semua tower digunakan, melainkan hanya tower 3 hingga tower 7. INAPGOC (Indonesia Asian Para Games 2018 Official Committee) memberikan pelayanan maksimal dengan merenovasi 1000 kamar yang didesain untuk penyandang disabilitas, khususnya pengguna kursi roda. Kamar-kamar tersebut juga pastinya memiliki ukuran lebih besar untuk kebutuhan-kebutuhan khusus difabel. (kumparan.com/@kumparanbisnis)

Ramp dan Guding Block di dalam Wisma Atlet. Foto: Megapolitan Kompas

Bukan hanya itu, Wisma Atlet juga dilengkapi dengan Ramp dan Guiding Block baik di dalam gedung maupun di halaman sekitarnya. Ramp merupakan bidang miring untuk mempermudah akses pengguna kursi roda, sementara Guiding Block adalah garis penanda berwarna kuning dengan garis-garis berpola untuk memandu para tuna netra. Garis kuning ini akan banyak kamu temukan di jalan-jalan pedestrian Jakarta. Selain itu, fasilitas yang ditambahkan untuk Asian Para Games adalah jumlah lift. Lift-nya juga berukuran lebih besar dari lift normal, karena bisa menampung tiga kursi roda sekaligus ke dalamnya.

INAPGOC juga tak lupa untuk memprioritaskan keamanan dengan memanfaatkan teknologi. Semua yang terlibat di Asian Para Games 2018, selain spektator atau penonton, wajib memakai accreditation card yang menentukan sampai batas mana akses pemegang kartu di suatu venue.

Foto: suara.com

Jakarta Kota Ramah Disabilitas

Bukan hanya di Wisma Atlet dan venue-venue, Pemprov DKI Jakarta berupaya untuk menyulap Jakarta jadi kota yang ramah buat penyandang disabilitas. Beberapa di antaranya adalah dengan revitalisasi trotoar, pelican crossing, dan layanan transportasi umum yang ramah difabel yaitu Transjakarta dan Commuter Line.

Zenithesa Gifta Nadirini, salah satu volunteer Asian Para Games sebagai NPC Relation, mengungkapkan kalau event olahraga ini bisa jadi milestone untuk membuka kepekaan masyarakat akan pelayanan prima bagi penyandang disabilitas. Berkat acara olahraga tersebut, jalanan kota jadi dibenahi, fasilitas-fasilitas juga dibuat jadi ramah bagi difabel. Kepekaan dan kesadaran masyarakat akan isu disabilitas pun timbul.

Asian Para Games 2018 akan berlangsung pada 6 sampai 13 Oktober 2018. Ada 18 cabor dengan 568 nomor yang dipertandingan. Pesertanya berasal dari 42 negara Asia yang berjumlah 3,886 atlet. Pastikan smartcitizens ikut memeriahkan acara olahraga tersebut, ya.

Artikel lainnya

Automatic Water Level Recorder: Alat Pengukur Tinggi Muka Air untuk Penanganan Banjir di Ibukota

Pemprov DKI Jakarta telah memiliki enam Automatic Water Level Recorder (AWLR) atau alat pengukur tinggi muka air sebagai salah satu upaya penanganan banjir di Ibukota. Alat ini digunakan untuk ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City