Uji Coba OK OTrip Telah Berakhir. Bagaimana Kelanjutannya?

JSC | 10 months ago

Smartcitizens tentu sudah tidak asing dengan OK OTrip. Bahkan mungkin sebagian dari Smatrcitizens pernah mencoba layanan yang satu ini. Program integrasi transportasi umum OK OTrip sudah melakukan ujicoba selama kurang lebih 10 bulan (Desember 2017 – September 2018). Ternyata, selama masa ujicoba OK OTrip membuahkan hasil yang memuaskan.

OK OTrip mendapatkan sambutan yang antusias dari warga Jakarta. Hal itu dibuktikan dengan jumlah penggunanya yang naik dari bulan ke bulan. Ada total lebih dari 82 ribu kartu OK OTrip yang terjual dan lebih dari 67 ribu pelanggan terdaftar selama masa uji coba.

Jumlah trayek OK OTrip pun sudah bertambah menjadi 33 rute di seluruh Jakarta. Selain itu, kini sudah ada 11 operator angkot yang siap menjadi bagian program tersebut. Tentunya karena OK OTrip memerhatikan kesejahteraan para pengemudinya. Mereka mendapatkan pembayaran sesuai dengan harga per jarak tempuh (km) bahkan mendapatkan KJP Plus. Kalau mau tahu lebih lanjut, Smartcitizens dapat menonton kembali curhatan salah satu driver OK OTrip di tautan berikut.

“Kita harus berkolaborasi untuk memberikan manfaat dan optimalisasi layanan angkutan umum yang nyaman, aman, dan murah bagi warga,” ucap Anies Baswedan pada saat penandatanganan MoU antara PT Transjakarta dengan operator-operator angkot pada Senin (1/10), seperti dikutip beritajakarta.id.

Lalu, dengan berakhirnya masa ujicoba OK OTrip, bagaimana dengan kelanjutannya? Kabar baik bagi warga Jakarta karena bukan hanya dilanjutkan, program tersebut justru akan bertransformasi menjadi sesuatu yang lebih besar. OK OTrip nantinya akan terintegrasi dengan MRT dan LRT, jadi kamu hanya perlu memiliki satu kartu untuk mengakses berbagai moda transportasi ibukota. Selain itu OK OTrip juga akan melakukan rebranding mulai dari penamaan dan logo. Penasaran bakal seperti apa? Kita nantikan saja wajah baru yang akan menggantikan OK OTrip, ya.

OK OTrip sangat bermanfaat untuk Jakarta, Smarticizens. Karena program tersebut berupaya menciptakan smart mobility di ibukota dengan pengintegrasian transportasi umum. Jadi tidak ada alasan lagi untuk kita tidak menaiki angkutan umum. Selain lebih murah, menggunakan angkutan umum juga dapat mengurangi macet dan polusi karena berkurangnya jumlah kendaraan pribadi. Sebagai smart people, yuk biasakan naik transportasi umum.

Artikel lainnya

Pojok Rakyat: Sebagai Program Pengembangan UMKM dan Pemasok di Carrefour

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UKM di Indonesia, Transmart Carrefour menghadirkan Pojok Rakyat. Corporate Communications dan General Manager Transmart Carrefour Satria Hamid ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City