Dampak Positif dan Tanggapan Masyarakat terhadap Perluasan Ganjil Genap

JSC | 10 months ago

Kebijakan Perluasan Ganjil Genap di sejumlah ruas jalan terbukti telah memberikan dampak positif untuk berbagai bidang. Peraturan yang dikeluarkan oleh Pemprov DKI selama perhelatan Asian Games 2018 tersebut juga mendapat respon yang relatif baik dari masyarakat.

Dikutip dari sosial media Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTS), perluasan ganjil genap ampuh untuk mengurangi kemacetan di jalur-jalur terkait karena kecepatan rata-rata kendaraan yang melintas naik dengan persentase yang signifikan, yakni sebesar 44,08%. Hal ini dikarenakan berkurangnya volume kendaraan yang signifikan pula selama kebijakan ganjil genap diberlakukan. VC Ratio, atau perbandingan jumlah kendaraan dengan kapasitas jalan dalam satu waktu, turun dengan persentase rata-rata 20,37 persen.

Peraturan perluasan ganjil genap juga membuat masyarakat beralih ke transportasi umum. Seperti yang diungkapkan oleh Andri Yansyah, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, “Peningkatan jumlah penumpang Transjakarta sebesar 40 persen, penumpang PPD 29 persen, dan Sinar Jaya 6 persen,” ujar beliau seperti dikutip beritajakarta.id.

Di samping itu, kebijakan tersebut juga memberikan pengaruh yang baik bagi lingkungan. Bagaimana tidak, emisi CO2 rata-rata di ibukota turun sebesar 20,30%. Seperti diketahui, kendaraan bermotor adalah salah satu penyebab polusi di Jakarta, dan kebijakan perluasan ganjil genap sukses memangkas jumlah emisi secara signifikan.

Masyarakat memberikan tanggapan positif terhadap perluasan ganjil genap tersebut. Kadishub Andri Yansyah mengklaim bahwa pihaknya sudah melakukan survei kepada masyarakat terkait efektivitas ganjil genap yang disambut baik. Selain itu, Jakarta Smart City juga mengadakan survey di kanal-kanal sosial media resmi JSC untuk mengetahui tanggapan smart citizens apakah perluasan ganjil genap sebaiknya dilanjutkan atau tidak.

Dari polling Facebook Jakarta Smart City yang diisi oleh kurang lebih 1500 partisipan, 59 persen setuju jika ganjil genap dilanjutkan, dan 41% kurang setuju. Sementara itu dari polling Twitter dengan 442 partisipan, 64% setuju dan 36% kurang setuju. Untuk polling yang diadakan di fitur Instagram Story, 75% setuju dan 25% sisanya kurang setuju, dengan jumlah responden 100 orang.

Kebijakan Perluasan Ganjil Genap merupakan upaya untuk menciptakan Jakarta sebagai smart city dalam pilar smart mobility. Sudah banyak smart citizens yang mengungkapkan tanggapannya mengenai kebijakan tersebut. Bagaimana dengan pendapat Anda?

Artikel lainnya

Berbagai Informasi Jakarta, Kini Ada di Jakarta Smart City

Berbagai permasalahan memang masih mengelilingi Ibu Kota DKI Jakarta, namun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selalu berusaha untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut. Pada tanggal 15 Desember ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City