Pengalaman Membaca dengan Aplikasi i-Jakarta

JSC | 1 year ago

Minat baca di Indonesia terbilang masih rendah. Menurut data Perpustakaan Nasional tahun 2017, masyarakat Indonesia hanya membaca rata-rata tiga sampai empat kali seminggu, dengan buku yang dibaca berjumlah lima hingga sembilan buku setiap tahunnya. Padahal membaca buku dapat membuka gerbang pengetahuan dan menjadikan kita smart citizen dengan wawasan luas.

Pemprov DKI Jakarta sebenarnya sudah melakukan upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Tahukah kamu bahwa Jakarta memiliki aplikasi perpustakaan digital yang menyediakan e-book gratis? Aplikasi tersebut bernama i-Jakarta. Dengan i-Jakarta kamu bisa membaca berbagai koleksi e-book yang tersedia secara legal dan cuma-cuma. i-Jakarta hadir atas persembahan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta bekerja sama dengan Aksaramaya. Aplikasi i-Jakarta dapat di-download di Playstore untuk Android, Appstore untuk iOS, serta PC.

Perangkat lunak tersebut memiliki beragam fitur unggulan yang membuat pengalaman membaca buku digital semakin menarik. Berikut adalah fitur-fitur aplikasi i-Jakarta beserta cara menggunakannya dalam versi 1.8.5.

Setelah mengunduh i-Jakarta, pengguna diharuskan sign-up atau registrasi terlebih dahulu agar dapat meminjam buku. Setelah masuk, aplikasi i-Jakarta memiliki tampilan dengan lima tab utama, yakni Collection, e-Pustaka, Feed, Shelf, dan Notification.

Dalam tab Collection akan ada tampilan beberapa rekomendasi buku yang bisa kamu baca. Kamu bisa mengklasifikasi buku berdasarkan kategorinya dengan klik Book Category. Atau bisa mencari buku yang diinginkan dengan tombol search di pojok kanan atas. Selanjutnya, tab e-Pustaka menampilkan berbagai koleksi buku semacam playlist yang dibuat oleh pengguna, sekolah, maupun komunitas.

Aplikasi i-Jakarta juga memungkinkan pengguna berinteraksi layaknya media sosial. Ada tiga level pengguna yakni Newbie, Bookworm, dan Socializer. Semakin banyak kamu membaca buku dan melakukan aktivitas di aplikasi, maka level pengguna akan meningkat. Misalnya untuk naik dari status Newbie ke Bookworm, pengguna harus melengkapi profil, memposting 5 komentar, mengunduh 10 buku ke rak, membaca/membuka 5 buku, dan top up voucher. Untuk naik dari level Bookworm ke Socializer pengguna harus mengikuti 10 orang, berbagi di timelines 10 kali, merekomendasikan 5 buku, serta mendapatkan 10 pengikut. Di tab Feed, kamu bisa melihat berbagai aktivitas pengguna lain.

Di dashboard sebelah kiri layar, pengguna bisa mengedit dan melengkapi profil serta mendapat informasi subscription status, follower, following, legal and help. Pengguna juga bisa membuat catatan pribadi di personal note.

Cara meminjam buku di i-Jakarta cukup mudah. Pengguna cukup memilih buku yang akan dipinjam, dan klik Borrow. Kamu akan diminta memasukkan password, lalu setelah beberapa saat buku tersebut akan masuk ke Shelf atau rak bukumu.

Buku digital dapat dinikmati langsung di aplikasi i-Jakarta karena dalam aplikasi tersebut sudah terdapat fitur reader. Reader tersebut sudah dilengkapi dengan daftar isi, bookmark, serta display setting untuk mengatur pengalaman membacamu di i-Jakarta. Setelah membacanya, jangan lupa kembalikan buku dengan klik pilihan Return. Karena sistem peminjaman buku ini adalah antrian layaknya di perpustakaan asli, jadi buku baru bisa dipinjam apabila peminjam lain sudah mengembalikan buku tersebut sehingga stoknya tersedia.

Fitur unggulan lain dari i-Jakarta adalah donasi buku. Kamu bisa mendonasikan buku yang tersedia dengan membeli buku fisiknya melalui aplikasi i-Jakarta, dan buku akan dikirimkan ke tujuan donasi. Fitur Donation terletak di pojok kanan atas di sebelah fitur Search.

Dengan banyaknya keunggulan dari aplikasi i-Jakarta, tidak ada alasan lagi untuk tidak membaca buku karena membaca semakin mudah. Selain i-Jakarta, ada juga aplikasi iPusnas untuk koleksi digital perpustakaan nasional. Mari menjadi smart people dengan budaya membaca buku!

Artikel lainnya

Siaga Musim Hujan dengan Aplikasi Pantau Banjir

Musim hujan tahun 2018-awal 2019 sudah tiba. Menurut data dari Dinas Sumber Daya Air, terdapat total 30 lokasi yang rawan banjir dan genangan di lima wilayah DKI Jakarta. Hal tersebut perlu diwaspadai ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City