Internet 5G Gratis di Kawasan Kota Tua

JSC | 11 months ago

Dalam penerapan teknologi untuk inovasi dan membantu menyelesaikan permasalahan publik seperti Jakarta Smart City, dibutuhkan koneksi yang kencang dan stabil. Hadirnya terobosan baru koneksi 5G tidak membuat Jakarta ketinggalan dalam memanfaatkan layanan tersebut. Hal itu dibuktikan dengan uji layanan 5G dan WiGig di kawasan Kota Tua pada Senin (20/8), yang diselenggarakan oleh Kominfo, Pemprov DKI Jakarta, dan XL Axiata.

Demo (percobaan) tersebut diadakan untuk menguji bagaimana internet cepat 5G diterapkan di kawasan Kota Tua, persisnya di sekitar Museum Fatahillah, Museum Wayang, Museum Seni Rupa, Kafe Batavia, dan kantor pos Kota Tua. Dengan smartphone berspesifikasi wifi pada umumnya atau homeunit dengan spesifikasi teknologi WiGig (802.11a/b/g/n), pengunjung sudah bisa menikmati internet gratis berkecepatan tinggi.

Teknologi 5G memiliki berbagai keunggulan, yakni kemampuan pengiriman data hingga 20Gbps, latency atau waktu jeda layanan rendah (<= 1ms end to end latency), dan dapat digunakan sekitar 2000 orang pada saat bersamaan. Teknologi ini juga jauh lebih efisien dibandingkan teknologi sebelumnya karena sangat hemat energi. Sementara itu teknologi WiGig dapat menyediakan koneksi ke rumah hingga 1 Gbps, area jangkauan luas, serta proses instalasi yang relatif mudah.

Selain dapat digunakan sebagai WiFi di objek wisata dan tempat umum lainnya, teknologi 5G juga dapat membantu teknologi-teknologi yang mendukung konsep smart city. Contohnya adalah pemanfaatan jaringan CCTV, pengelolaan sampah dengan sensor titik-titik pengumpulan sampah, monitoring tingkat kebersihan sungai, dan pengelolaan taman (monitor kadar air dan kelembapan tanah). Dengan koneksi yang cepat, maka hambatan-hambatan saat mengoperasikan teknologi berbasis internet tersebut bisa berkurang.

Pemanfaatan teknologi 5G bahkan bisa lebih luas lagi. Dengan koneksi 5G dapat mendukung inovasi-inovasi teknologi seperti mobil tanpa awak, robot dan mesin-mesin dalam industri, pemanfaatan di bidang kedokteran, dan lain-lain.

Setiaji, Kepala Jakarta Smart City, mengungkapkan antusiasmenya terhadap program tersebut. “Sudah selayaknya Jakarta memiliki fasilitas publik yang ditopag oleh teknologi digital tercanggih untuk membantu pemerintah daerah dalam menjaga kualitas layanan publik serta memenuhi kebutuhan warganya sebagai masyarakat modern,” ungkapnya. “Teknologi 5G akan menjadi sarana penunjang yang tepat.”

Layanan uji coba internet cepat di Kota Tua dapat dinikmati mulai 20 Agustus 2018 hingga enam bulan ke depan. Tidak ada salahnya untuk kembali mempelajari budaya Jakarta di Kota Tua dan mencoba layanan tersebut. Mari dukung pemanfaatan teknologi di sektor pariwisata dan sektor lainnya untuk Jakarta yang lebih pintar.

Artikel lainnya

T.B Simatupang, Sosok Konseptor Kemiliteran Indonesia

Siapa tidak pernah mendengar nama jalan TB Simatupang di Jakarta? Nama jalan tersebut diabadikan di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Tahi Bonar Simatupang merupakan nama dari seorang Letjen ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City