Ruang Kendali dan Monitor Canggih Asian Games 2018

JSC | 3 months ago

Perhelatan olahraga sekelas Asian Games membutuhkan teknologi komunikasi dan informasi agar acara tersebut dapat terkoordinasi dan berjalan dengan lancar. Bagaimana tidak, Asian Games 2018 adalah yang pertama dilaksanakan di dua kota berbeda dengan jumlah atlet terbanyak, yakni 11,280 orang. Terdapat 40 cabang olahraga yang dipertandingkan dengan 462 medali emas yang diperebutkan oleh 45 negara.

Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee atau Inasgoc memiliki Main Operation Center (MOC) atau ruang kendali dan monitor untuk memperlancar jalannya acara. Ruang tersebut berlokasi di kantor Inasgoc, Senayan. Fasilitas ini diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 31 Januari 2018 silam. Fungsi utamanya adalah memonitor seluruh aktivitas Asian Games 2018 baik di Jakarta maupun Palembang.

Main Operation Center ini dilengkapi dengan 24 layar yang dioperasikan oleh petugas-petugas perwakilan dari deputi di Inasgoc yakni Games Operation, Administration, Support, dan Security. Ruangan tersebut terdiri dari deretan meja dengan komputer yang dioperasikan petugas, layar utama di bagian depan, serta layar-layar tambahan di sisi kanan dan kiri ruangan.

Di dalam fasilitas ini petugas dapat melakukan berbagai kegiatan pemantauan, di antaranya dapat memonitor jalannya seluruh pertandingan yang tengah berlangsung, jadwal pertandingan, koordinasi volunteer, kondisi venues pertandingan dan venues pendukung seperti wisma atlit, monitor CCTV, kondisi cuaca, trafik media sosial, dan informasi terkait lainnya.

Lebih dari itu, dengan Main Operating Center mobilitas para atlit dapat dipantau. Setiap bus atlit dipasangkan GPS yang terhubung dengan sistem secara real time. Kondisi lalu lintas juga dapat dimonitor sehingga mobilitas para atlit akan lebih lancar karena petugas dapat mengarahkan bus atlit ke jalur lancar dan menghindari area macet.

Tim IT dan Telekomunikasi Inasgoc juga telah siap dalam mengadapi para hacker (peretas) yang ingin mencuri ataupun merusak data sistem. Pihaknya menyiapkan keamanan berlapis dan detector jika ada serangan. Data-data seputar Asian Games juga memiliki back up jika sistem tertembus. Akses fisik ke ruang MOC juga diberi penjagaan ketat dan tidak semua orang bisa masuk ke ruangan tersebut tanpa izin.

Main Operating Center ini terintegrasi dengan Asian Games Information System (AGIS) yang dioperasikan oleh Ssangyong Information Communication Center dari Korea Selatan. AGIS mencatat jadwal, hasil, skor, rekor, profil atlit, dan data-data vital lainnya secara cepat dan akurat. Sementara itu Tissot ditunjuk menjadi timekeeper dan Microsoft menyediakan Cloud System Azure untuk menunjang teknologi informasi selama Asian Games berlangsung.

Artikel lainnya

Pembukaan JSCHive, Ruang Kolaborasi Warga dengan Pemerintah melalui Proyek Startup

Hari ini (22 Juni 2017), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Jakarta Smart City (JSC) bersama EV Hive meresmikan pembukaan coworking space Jakarta Smart City Hive (JSCHive). ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City