Bus Transjakarta telah di Pasang On-Board Unit (OBU)

JSC | 3 years ago

TransJakarta, sebuah sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan, yang beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta. Sejak tahun 2015, halte, rute jalur, dan posisi TransJakarta bisa dipantau secara real time atau langsung dari semua perangkat yang terhubung ke internet, seperti PC, smartphone, dan tablet di Jakarta Smart City (JSC) Portal (smartcity.jakarta.go.id) atau mengunduh aplikasi Jakarta Smart City Portal di Play Store dan App Store.

Di portal tersebut, masyarakat dapat memantau posisi TransJakarta yang tersebar di Ibu Kota. Bus-bus tersebut digambarkan dengan sebuah tanda panah berwarna-warni yang jika diklik akan menampilkan informasi id bus, koridor bus, kecepatan laju bus,  Selain itu, terdapat ikon berwarna hijau yang jika diklik akan menampilkan informasi  posisi halte, halte selanjutnya dan sebelumnya dan juga ada garis warna-warni yang melambangkan rute jalur TransJakarta.

Di dalam bus TransJakarta telah di pasang on-board unit (OBU) yang disediakan oleh Telkom sehingga posisi seluruh bus di delapan koridor bisa termonitor.Di command center TransJakarta, petugas memanfaatkan OBU untuk memantau kondisi bus. Kondisi yang bisa dipantau, selain posisi, adalah nomor bus, arah, hingga kecepatan sehingga memudahkan dalam membuat keputusan, misalnya untuk pengalihan jalur bila diperlukan. Selain itu, dapat diketahui bus mana yang kecepatannya tidak stabil, bus mana yang tidak beroperasi, bahkan di lokasi mana bus menumpuk.

Pada akhir tahun 2015, PT Transportasi Jakarta bekerja sama dengan PT Gojek Indonesia meluncurkan menu Go-Busway di aplikasi Gojek agar pengguna bisa mengetahui lokasi halte di peta dan pengguna kemudian bisa memesan driver Gojek untuk diantarkan ke halte yang dituju.Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula peluncuran aplikasi "Qlue Transit".

Dalam Vivanews, Direktur Utama PT Terralogiq, Rama Raditya, selaku perusahaan pengembang aplikasi tersebut menjelaskan bahwa QLUE Transit adalah pengembangan dari aplikasi QLUE yang merupakan aplikasi pelaporan warga, dan telah diintegrasikan dengan sistem Jakarta Smart City.

Dengan begitu, pengguna bus TransJakarta bisa memantau kondisi bus dan halte. Saat bus yang padat melintas, pengguna bisa menunggu bus yang lowong melintas dengan secara langsung memantau pergerakan bus lewat aplikasi Qlue transit.

Selain itu, dikutip dari tempo.co, Direktur Utama PT TransJakarta, Budi Kaliwono menargetkan menambah 1000 unit armada bus TransJakarta buatan pabrikan Eropa pada 2016. Menurut dia, bus buatan Eropa lebih mudah perawatan dan pengadaannya. Hal ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan transportasi umum yang nyaman dan aman. (jsc-sy)

Artikel lainnya

Beli Daging Online dari Perusahaan Daerah Dharma Jaya

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sejumlah program untuk mencegah kenaikan tingkat inflasi pada tahun 2017. Salah satu perusahaan daerah yang berperan untuk menyukseskan program tersebut ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City