Uji Coba Perdana Light Rail Transit Jakarta

JSC | 3 months ago

Mobilitas menggunakan transportasi umum di kota yang padat seperti Jakarta memiliki banyak manfaat, seperti mengurangi kemacetan dan polusi udara yang dihasilkan oleh kendaraan pribadi, baik motor maupun mobil. Oleh karena itu dibutuhkan transportasi umum yang layak dan memadai. Pemprov DKI Jakarta terus melakukan upaya untuk menyediakan berbagai moda transportasi umum yang dapat dijangkau oleh masyarakat. Di antaranya adalah program integrasi angkutan OK-OCE, penambahan bus Transjakarta, serta mewujudkan kehadiran MRT dan LRT di ibukota.

Pada Rabu, 15 Agustus 2018, PT Light Rail Transit (LRT) Jakarta melakukan uji coba pertamanya semenjak kereta tiba pada 13 April lalu. Uji coba tersebut dilakukan dengan jarak tempuh sepanjang 5,8 kilometer dari Stasiun Velodrome, Rawamangun menuju Stasiun Boulevard Utara, Mall Kelapa Gading, lalu kembali lagi ke Stasiun Velodrome. Perjalanan dari satu stasiun ke stasiun lainnya membutuhkan waktu sekitar 15 menit.

Untuk uji coba tersebut kecepatan yang digunakan adalah 40 km per jam untuk kecepatan maksimum di jalur lurus dan 25 km/jam untuk jalur menikung dan saat masuk ke dalam stasiun. LRT yang beroperasi berjumlah dua rangkaian yang digabungkan. Masing-masing rangkaian terdiri dari dua gerbong sehingga ada empat gerbong yang berjalan. Adapun jumlah penumpang yang menjajal uji coba tersebut masih dibatasi 100 orang.

Kereta LRT Jakarta memiliki berbagai fitur yang berstandar internasional. Di antaranya sistem third rail dan lebar gandar 1435 mm yang memenuhi standard gauge. Dalam interior gerbong, LRT dilengkapi 6 LCD dengan rincian masing-masing 2 LCD di sisi kanan dan kiri gerbong, dan masing-masing 1 LCD di depan dan belakang gerbong. Rencananya LCD di sisi gerbong akan digunakan untuk menunjukkan rute LRT serta lokasi real-time LRT yang sedang dinaiki. Selain itu, LRT juga dilengkapi CCTV, fasilitas untuk penyandang disabilitas, pintu darurat serta interkom. Setiap rangkaian kereta memiliki 40 tempat duduk, namun satu rangkaian kereta dapat ditumpangi hingga 270-278 penumpang.

Kehadiran LRT yang beroperasi penuh di ibukota patut dinanti-nanti. Pasalnya, LRT menyediakan pilihan transportasi umum yang canggih, terjangkau, dan ramah lingkungan. Diharapkan LRT akan membantu Jakarta untuk mencapai pilar Smart Mobility.

Artikel lainnya

Revitalisasi Terminal Manggarai sebagai Bentuk Peningkatan Layanan Publik

Sebagai kota dengan jumlah penduduk mencapai 12 juta di siang hari, dan 9 juta di malam hari, tentunya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu memikirkan strategi untuk mengurai kemacetan yang akan ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City