Pembangunan Taman Maju Bersama

JSC | 1 year ago

Pemprov DKI Jakarta berencana membangun 30 Taman Maju Bersama (TMB) pada tahun 2018, dari target pembangunan 261 Taman Maju Bersama selama lima tahun ke depan. TMB termasuk ke dalam pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2018-2022 sebagai bagian dari Ruang Terbuka Hijau.

Pada awalnya TMB yang direncanakan berjumlah 47, namun saat ini baru 30 TMB yang sudah memenuhi persyaratan administrasi dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta. Dari 30 taman tersebut, dua di antaranya sudah mulai dilakukan tahap  awal pembangunan pada bulan Juni lalu. Dua TMB itu berlokasi di Kampung Baru, Kembangan, Jakarta Barat, dan di Jalan Kampung Jati, Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur.

Taman Maju Bersama merupakan sebuah program yang diinisiasi oleh Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta. TMB adalah taman seperti pada umumnya, namun TMB menekankan pada partisipasi masyarakat setempat dalam mengelola taman tersebut. Aset TMB juga tidak dimiliki oleh pemerintah, namun milik dunia usaha atau masyarakat. Oleh karena itu, lahan milik masyarakat juga memungkinkan untuk dijadikan lahan TMB.

Fasilitas dan tata letak Taman Maju Bersama menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat sehingga rupa dari TMB di setiap tempat dapat berbeda. Bahkan taman yang telah ada pun bisa direnovasi menjadi TMB. Standar yang harus dipenuhi setiap TMB adalah taman tersebut harus menjadi Ruang Terbuka Hijau sehingga persentase RTH di Jakarta dapat meningkat.

Selain bermanfaat bagi lingkungan, Taman Maju Bersama juga dapat menjadi tempat warga berinteraksi dan mendapatkan edukasi. Masyarakat sekitar sebagai pengelola masing-masing TMB dapat mengadakan berbagai acara dan kegiatan positif.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Tuty Kusumatuty, anggaran pembangunan dari Taman Maju Bersama ada pada masing-masing Sudin Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) di lima wilayah kota.

Taman Maju Bersama menerapkan Smart Environment dan Smart People sehingga masyarakat memiliki tempat ramah lingkungan untuk melakukan berbagai kegiatan yang menghibur dan mendidik.

Artikel lainnya

Transparansi Penggunaan APBD dengan E-Hibah dan Bansos

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengembangkan sistem elektronik hibah dan bantuan sosial bernama e-Hibah dan Bansos untuk memudahkan pendataan dan monitoring aliran dan penggunaan dana. ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City