Pengembangan TOD Dukuh Atas dan Lebak Bulus

JSC | 12 months ago

Jakarta semakin dipadati oleh kendaraan pribadi. Tercatat, ada lebih dari 18,6 juta kendaraan pribadi di ibukota. Padahal pengguna angkutan umum di Jakarta baru mencapai angka 24 persen. Hal ini menyebabkan turunnya tingkat mobilitas (kemacetan), polusi yang membahayakan kesehatan jangka panjang, serta meningkatkan biaya transportasi.

Permasalahan tersebut mendorong Pemprov DKI Jakarta bersama dengan PT MRT Jakarta untuk mencanangkan Transit Oriented Development (TOD) atau kawasan berorientasi transit. TOD sendiri adalah konsep penataan kota yang berorientasi pada pejalan kaki dan akses kendaraan umum massal sehingga masyarakat dapat menjangkau kendaraan umum dengan mudah alih-alih menggunakan transportasi pribadi. Penataan tersebut meliputi tata kawasan, arus penumpang, dan integrasi antarmoda (jakartamrt.co.id).

Dua titik Transit Oriented Development akan segera dikembangkan. TOD Dukuh Atas masih dalam tahap perencanaan pengembangan kawasan berupa penyiapan master plan dan TOD Lebak Bulus concept design-nya sedang dikerjakan konsultan internasional. Pengembangan itu akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan keempat BUMD yakni PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, PT Jakarta Propertindo (Jakpro), PD Pembangunan Sarana Jaya dan PD. Pasar Jaya.

“TOD di Dukuh Atas akan terkoneksi transportasi umum di kawasan itu sehingga memudahkan dan menambah kenyamanan karena tersedianya pedestrian, transport hub, dan taman,” ungkap William Sabandar, Dirut PT Mass Rapid Transit. Ia juga menambahkan bahwa untuk membangun TOD di kawasan Dukuh Atas dan Lebak Bulus tersebut pihaknya menjalin kerja sama dan sinergi dengan berbagai mitra.

PT MRT Jakarta memiliki delapan prinsip dalam mengembangkan TOD, yakni (1) fungsi campuran yaitu fungsi komersial, perkantoran, kelembagaan, hunian, dan fasilitas umum, (2) kepadatan tinggi, (3) peningkatan kualitas konektivitas, (4) peningkatan kualitas hidup, (5) keadilan sosial, (6) keberlanjutan lingkungan, (7) ketahanan infrastruktur, dan (8) pembaruan ekonomi.

Kehadiran TOD nantinya diharapkan akan mengurangi volume kendaraan, mengurangi polusi, meningkatkan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat secara umum. Transit Oriented Development dapat mendukung pilar smart mobility, smart environment, smart people, dan smart living di Jakarta.

Artikel lainnya

Menuntut Hak Pejalan Kaki di Trotoar Ibu Kota

Revitalisasi trotoar yang telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta akan percuma jika warga tidak menggunakan fasilitas publik tersebut sesuai peruntukkannya. Perhatian terhadap penyalahgunaan area ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City