Uji Coba Perluasan Ganjil Genap yang Mendorong Smart Mobility di Ibukota

JSC | 5 months ago

Pada Senin (2/7) uji coba perluasan aturan ganjil genap diberlakukan di beberapa daerah di Jakarta yang berlangsung hingga 31 Juli 2018. Area yang akan diberlakukan aturan baru ini di antaranya di Jalan Ahmad Yani, Jalan DI Panjaitan, Jalan S Parman, Jalan Rasuna Said, Jalan MT Haryono, dan Jalan Metro Pondok Indah. Sementara itu, untuk waktu ganjil genap yakni pada hari Senin-Minggu pada pukul 06:00-21:00.

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengenalkan serta membiasakan aturan tersebut sehingga pada saat diberlakukan pada 1 Agustus 2018 masyarakat akan terbiasa. Ganjil-genap juga diharapkan akan mengurangi kemacetan di Jakarta dengan mengurangi jumlah mobil yang melewati jalur-jalur ramai.

Peraturan ini diperuntukkan bagi kendaraan pribadi. Namun terdapat beberapa pengecualian, yaitu khusus untuk kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara RI, kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara, kendaraan berpelat dinas, kendaraan yang ber-sticker Asian Games, pemadam kebakaran, ambulans, kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas, angkutan umum (pelat kuning), kendaraan angkutan barang BBM dan BBG, sepeda motor, serta kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas POLRI, seperti kendaraan pengangkut uang dengan pengawasan dari POLRI.

Namun, bagi Anda yang menggunakan kendaraan berpelat sama setiap hari tidak perlu khawatir, karena terdapat beberapa rute alternatif yang dapat dilalui. Rute-rute tersebut di antaranya:

1. Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Suprapto – Jl. Salemba Raya – Jl. Matraman – dst (dari arah timur).

2. Jl. Warung Jati Barat – Jl. Pejaten Raya – Jl. Ps. Minggu – Jl. Soepomo – Jl. Saharjo – dst (dari arah selatan).

3. Jl. RE Martadinata – Jl. Danau Sunter Barat – Jl. HBR Motik – Jl. Gunung Sahari – dst (dari arah utara).

4. Jl. RA Kartini – Jl. Ciputat Raya – dst (dari arah selatan)

5. Jl. Akses Tol Cikampek – Jl. Sutoyo – Jl. Dewi Sartika – dst (dari arah timur).

6. Jl. S. Parman – Jl. Tomang Raya – Jl. Surya Pranoto/Jl. Ciledug – dst (dari arah utara).

 

Menggunakan transportasi umum juga dapat menjadi pilihan cerdas. Terdapat moda-moda transportasi yang bisa dimanfaatkan seperti Transjakarta dan angkutan umum (pelat kuning). Agar lebih mudah dalam menggunakan transportasi umum, Anda dapat meng-install aplikasi travel planner seperti Trafi. Trafi dapat memberikan info jadwal, rute, bahkan melacak lokasi dan keberangkatan bus Transjakarta. Tentu dengan transportasi umum biaya juga menjadi jauh lebih irit dibandingkan dengan kendaraan pribadi.

Peraturan ganjil genap merupakan salah satu penerapan dari Smart Mobility di ibukota, karena dapat membantu mengurangi kemacetan di Jakarta serta lebih banyaknya masyarakat yang beralih ke transportasi umum.

Artikel lainnya

Bagaimana Pemprov DKI Jakarta Menormalisasi Sungai?

Ada 13 sungai yang melintasi Jakarta yang sedang, akan, dan telah dinormalisasi oleh Pemprov DKI Jakarta yakni Sungai Ciliwung, Angke, Pesanggrahan, Grogol, Krukut, Baru Barat, Mookevart, Baru Timur, ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City