Bank DKI sebagai Trendsetter e-Money di Indonesia

JSC | 22 days ago

Mengantisipasi kemajuan electronic money (e-Money) di Indonesia semakin pesat, Bank DKI sebagai Bank Umum sekaligus Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DKI Jakarta terus meningkatkan fitur dan layanannya, termasuk dalam layanan uang elektronik. Pada Kamis (7/6) Bank DKI menerima penghargaan sebagai The 1st Trendsetter e-Money dalam Infobank Banking Service Excellence Awards 2018.

Acara penghargaan tersebut diselenggarakan oleh Majalah Infobank bekerja sama dengan Marketing Research Indonesia (MRI) sebagai bentuk apresiasi pada layanan yang diberikan bank pada nasabah. Terdapat 31 bank yang meraih penghargaan di antaranya 12 bank umum konvensional, 9 Bank Pembangunan Daerah (BPD), 5 Bank Umum Syariah (BUS), dan 5 Unit Usaha Syariah (UUS).

Selain menjadi The 1st Trendsetter e-Money dalam penghargaan tersebut, Bank DKI juga mendapat peringkat dua pada e-Banking kategori BPD, peringkat dua pada kategori Telepon serta peringkat lima pada kategori Best Overall Performance.

Dikutip dari beritajakarta.id, Bank DKI meraih penghargaan sebagai trendsetter karena inisiatif Bank DKI sebagai penerbit uang elektronik berbasis kartu pertama di Indonesia serta penerapan transaksi non-tunai melalui JakOne mobile. “JakOne Mobile sendiri merupakan aplikasi layanan keuangan yang terdiri dari mobile banking dan mobile wallet yang dapat dipergunakan untuk bertransaksi kebutuhan sehari-hari," ujar Priagung Suprapto, Direktur Teknologi & Operasional Bank DKI pada Kamis (7/6).

Bank DKI juga memiliki berbagai fitur berbasis teknologi yang dapat mendorong pilar smart economy di Jakarta. Bank tersebut mendukung penerapan transaksi non-tunai berbagai layanan pemerintah melalui sistem Jakarta One, di antaranya e-Retribusi, e-Samsat yang bekerja sama dengan Polda Metro Jaya, e-Ticketing, e-Parking, dan lain sebagainya.

Artikel lainnya

Revitalisasi Terminal Manggarai sebagai Bentuk Peningkatan Layanan Publik

Sebagai kota dengan jumlah penduduk mencapai 12 juta di siang hari, dan 9 juta di malam hari, tentunya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu memikirkan strategi untuk mengurai kemacetan yang akan ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City