Smart Pasar, Pemanfaatan Teknologi Digital di Pasar Tradisional

JSC | 1 year ago

Perkembangan teknologi digital sudah tidak terelakkan di era modern ini. Teknologi digital telah diterapkan dalam berbagai macam aktivitas seperti jual beli, transportasi, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain. DKI Jakarta sendiri memiliki target sebagai negara ekonomi digital terkuat di Asia Tenggara pada tahun 2020.

Oleh karena itu, pasar tradisional sebagai tempat untuk kegiatan ekonomi masyarakat pun tidak mau ketinggalan. Pemprov DKI Jakarta meluncurkan program yang bernama Smart Pasar di Pasar Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Sabtu (2/6). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.

Smart Pasar menggunakan sistem non-tunai berbasis digital dalam transaksinya. Penjual cukup memiliki aplikasi OK OCE Genius dan pembeli memiliki aplikasi T-money dari PT Telkom yang dapat digunakan melalui ponsel dan tablet dalam bertransaksi. Setelah pembeli memilih barang yang akan dibeli, penjual akan memotret QR Code yang tertera di aplikasi pembeli untuk memasukkan total harga ke dalam aplikasi OK OCE Genius. Kemudian, harga tersebut akan muncul di aplikasi T-money. Saldo pembeli akan berkurang sesuai dengan jumlah harga yang harus dibayar.

Berbagai layanan berbasis teknologi yang terdapat dalam Smart Pasar di antaranya OK OCE Blanja untuk layanan jual beli online untuk UKM, OK OCE VR untuk layaran Cinema Virtual Experience, OK OCE Wifi untuk layanan wireless internet di lokasi Smart Pasar, serta tentunya OK OCE Pay dan OK OCE Genius untuk sistem transaksi non tunai. Selain itu, OK OCE Genius juga dapat digunakan UKM untuk berbisnis PPOB (Payment Point Online Bank).

“Fasilitas di smart pasar ini OK OCE banget, karena tersedianya website E-Pasar untuk mendata pedagang dan barang dagangan, informasi transaksi terintegrasi bagi pedagang yang dapat diakses online, kemudahan pelanggan pasar melakukan pembayaran non-tunai serta ruang wifi gratis,” tulis Sandiaga Uno di akun twitternya @sandiuno di hari peluncuran Smart Pasar.

DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan sosialisasi Smart Pasar hingga ke pedagang-pedagang kecil. "Harapannya ke depan, semua pasar tradisional sudah gunakan sistem non tunai berbasis digital melalui program Smart Pasar," ujar Syarifuddin, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta pada Senin (4/6). Smart Pasar dapat menjadi batu loncatan untuk ekonomi masyarakat yang semakin maju sehingga pilar Smart Economy di Jakarta akan semakin bisa tercapai.

Artikel lainnya

Menuntut Hak Pejalan Kaki di Trotoar Ibu Kota

Revitalisasi trotoar yang telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta akan percuma jika warga tidak menggunakan fasilitas publik tersebut sesuai peruntukkannya. Perhatian terhadap penyalahgunaan area ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City