Program JACK UP untuk Bahan Bakar Murah dan Ramah Lingkungan

JSC | 6 months ago

Jakarta menempati posisi ketiga sebagai kota dunia dengan kualitas air yang terburuk, dikutip dari straitstimes.com pada tahun 2017. Salah satu penyebab utamanya adalah polusi yang berasal dari kendaraan bermotor. Jumlah kendaraan bermotor yang berlimpah membuat asap buangan yang memenuhi udara ibu kota tidak terhindarkan.

Berbagai upaya telah dilakukan, salah satunya adalah mengganti bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG). Anak usaha dari PT Jakarta Propertindo (Jakpro), PT Jakarta Utilitas Propertindo, meluncurkan program JACK UP (Jakprogas Converter Kit Utilization Program). JACK UP mendukung konversi dari bahan bakar minyak ke bahan bakar gas dengan pemasangan alat konventer ke kendaraan.

Conventer yang dipasangkan di kendaraan akan bersinergi dengan bensin setelah sebelumnya disuplai oleh bahan bakar gas. Conventer tersebut bisa menggunakan BBM sebagai energi sementara, sehingga pengguna tidak perlu kebingungan jika bahan bakar gas habis dan sulit mencari SPBG terdekat karena bisa mengisinya di SPBU.

JACK UP juga akan lebih menghemat biaya. Saat ini harga premium mencapai Rp. 6.550 per liter, memiliki selisih yang cukup jauh dari bahan bakar gas yang harganya Rp. 3.100 per liter. Namun tentu saja alat konversinya sendiri tidak gratis. Hanya saja pengemudi pun tidak perlu membayar penuh alat conventer yang bisa mencapai 18 juta rupiah, karena pembayaran dilakukan dengan skema down payment atau DP nol rupiah sehingga setiap pembelian gas akan dikenakan cicilan Rp. 1.500. Jadi pengemudi cukup membayar Rp. 4.600 per liter, masih lebih murah dari harga premium dan menghemat hingga Rp. 1.950 per liter.

Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta, mendukung penuh program JACK UP tersebut. “Pemprov DKI akan memperbanyak program yang ramah lingkungan, mendukung pemakaian BBG dan Pro Langit Biru,” ungkapnya pada peluncuran JACK UP di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jakarta Timur, Rabu (16/5).

Saat ini, sudah ada 200 kendaraan yang mengikuti program tersebut. JACK UP menargetkan ada 1000 kendaraan di Jakarta yang menggunakan conventer pada tahun 2018. Semoga program-program untuk mengurangi polusi udara akan terus terealisasi dan mewujudkan Jakarta sebagai kota dengan smart environment.

Artikel lainnya

Upaya Teknologi untuk Menangani Sampah

Sampah merupakan salah satu permasalahan paling kompleks di Ibukota. Setidaknya 7.000 ton sampah dihasilkan setiap harinya dari perumahan, restoran, kantor, dan berbagai tempat lainnya. Pemprov DKI ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City