Skema Pembayaran dengan Sistem OK OTRIP

JSC | 6 months ago

Biaya hidup di Ibu Kota relatif lebih tinggi dibandingkan daerah-daerah lain, terutama di Pulau Jawa. Termasuk biaya transportasi yang mencapai sekitar 30% dari biaya hidup di Jakarta. Hal ini menjadi salah satu latar belakang penerapan sistem transportasi umum massal yang efisien dan terintegrasi, OK OTRIP.

Bagaimana OK OTRIP meringankan beban pengeluaran harian warga Jakarta? Jawabannya adalah melalui integrasi rute dan layanan, integrasi manajemen dan integrasi sistem pembayaran. Dengan integrasi sistem pembayaran ala OK OTRIP pengguna transportasi umum massal cukup membayar maksimal Rp5.000 untuk satu tujuan perjalanan, sekalipun dengan berganti moda transportasi dari bus kecil (angkot), bus sedang, hingga bus Transjakarta yang telah terintegrasi dengan sistem ini.

Pelaksanaan program OK OTRIP tersebut berlaku dalam rentang waktu tiga jam. Durasi tersebut dihitung mulai dari tap-in pertama, hingga tap-in terakhir, bukan tap-out terakhir. Sementara, untuk waktu perjalanan tidak dibatasi.

Misalnya, seseorang hendak bepergian dengan menggunakan tiga moda transportasi dari rumahnya hingga ke tempat tujuannya. Pada moda transportasi pertama ia melakukan tap-in pada pukul 07.00 pagi dengan menggunakan angkot, maka saat itu ia akan dikenakan biaya normal sebesar Rp3.000. Setelah satu jam melakukan perjalanan dengan angkot dan akan melanjutkan ke transpotasi umum lain, ia harus melakukan tap-out tanpa dikenakan biaya lagi.

Saat melanjutkan perjalanan dengan bus Transjakarta pada pukul 08.15, penumpang tersebut harus tap-in di halte Transjakarta dan dikenakan biaya Rp2.000 sesuai dengan skema biaya OK OTRIP. Saat melakukan tap-out setelah melakukan perjalanan selama satu setengah jam yaitu pukul 09.45 dan melanjutkan perjalanan lagi menggunakan angkot pada pukul 09.55, ia pun harus tap-in di dalam angkot dan tidak dikenakan biaya tambahan. Setelah sampai di tujuan terakhir, penumpang itu harus melakukan tap-out kembali. Saat itu adalah pada pukul 10.55. Meski total lamanya perjalanan lebih dari 3 jam, yakni 3 jam lebih 55 menit, pengguna transportasi umum dengan sistem OK OTRIP tersebut tidak dikenakan biaya tambahan lagi.

Namun, jika dalam waktu tiga jam penumpang masih harus berpindah moda transportasi lainnya, maka saat tap-in di moda transportasi berikutnya akan dikenakan tarif normal. Seolah memulai perjalanan dari awal alias tidak masuk dalam hitungan tiket terusan. Tarif normal masing-masing angkutan umum sesuai sistem OK OTRIP adalah Rp3.000 untuk bus kecil atau angkot, Rp3.500 untuk bus Transjakarta, dan Rp3.500 untuk bus sedang.

Artikel lainnya

Mengajukan Izin Penelitian Jadi Lebih Mudah dengan Tanda Tangan Elektronik

Suatu kota pintar perlu terus berkembang. Baik untuk penerapan teknologi sehingga makin memudahkan warganya, juga perkembangan dalam hal lain seperti penyediaan fasilitas publik dan penanganan masalah ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City