Upaya Jakarta untuk Menghalau Banjir

JSC | 2 months ago

Untuk menghadapi musim dengan curah hujan yang makin tinggi, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan upaya-upaya untuk mencegah terjadinya banjir. Salah satunya adalah dengan memastikan saluran dan tali-tali air tidak tersumbat. Kondisi optimum dari jalan air di seluruh Ibu Kota, penting untuk dijaga agar aliran air tidak terhambat dan menimbulkan genangan atau banjir.

Selain saluran-saluran kecil hingga sedang, kondisi sungai juga menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta untuk menghindari banjir. Perbaikan tanggul yang jebol dan normalisasi sungai adalah dua upaya Pemprov untuk memastikan aliran air sungai tidak terhambat dan tidak meluber, sehingga menimbulkan banjir.

Kondisi pompa air yang mengatur debit air sungai dan saluran air, tak luput dari perhatian Pemprov DKI Jakarta untuk menanggulangi permasalahan banjir. Saat ini, Pemprov DKI terus mengoptimalkan fungsi 421 unit pompa stasioner yang tersebar di 145 lokasi. Pompa tersebut memiliki  kemampuan daya hisap mulai dari  0,06 hingga 6,7 meter kubik per detik.

Saat ini pompa stasioner tersebut dioperasikan olehberbagai Sudin Dinas dan Bidang Aliran Sumber Daya Air. Dengan rincianSuku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Pusat memiliki 47 unit pompa stasioner di 14 lokasi. Sudin SDA Jakarta Utara mengelola 24 unit pompa di 14 lokasi, Sudin SDA Jakarta Selatan memiliki 50 unit di 26 lokasi, Sudin SDA Jakarta Barat mengelola 32 lokasi dengan 98 unit pompa, sedangkan Sudin SDA Jakarta Timur mengelola 30 unit pompa yang tersebar di 14 lokasi.

Selain dibagi per wilayah kota administrasi, rumah pompa juga dibagi berdasarkan bidang aliran. Untuk bidang aliran barat, terdapat 49 unit pompa yang tersebar di 14 lokasi. Terdapat 79 unit yang tersebar di 17 lokasi untuk bidang aliran tengah dan 44 unit di 14 lokasi untuk bidang aliran timur.

Kerja pompa stasioner untuk mengendalikan aliran dan debit air dibantu oleh pompa mobile atau portableyang berjumlah 133 unit. Pompa ini disiagakan untuk mengatasi genangan yang muncul saat hujan deras. Sesuai namanya, pompa jenis ini bisa dibawa berpindah-pindah tempat untuk menghisap air di tempat-tempat yang tergenang dengan kemampuan 0,032-0,3 meter kubik per detik. Pemprov DKI dipastikan akan terus bersiaga agar Jakarta dapat menangani genangan air sesegera mungkin.

Artikel lainnya

Layanan Ambulans Gawat Darurat Gratis Bagi Warga DKI Jakarta

Untuk masalah keselamatan warganya, Pemprov DKI Jakarta yang telah menerapkan konsep smart city berusaha meningkatkan layanan gawat darurat melalui layanan 112. Salah satu bentuk layanan yang bisa ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City