HackJak 2017: Kompetisi Pemanfaatan Open Data Jakarta

JSC | 10 months ago

Kompetisi tahunan HackJak kembali digelar pada Jumat, 8 Desember 2017 lalu di di Balai Kota DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang membuka acara tersebut berharap para peserta HackJAK bisa menciptakan karya yang berguna untuk kemudahan informasi bagi warga. Kali ini, HackJak 2017 mengangkat tema "Pemanfaatan Data Ruang Publik untuk Jakarta yang Lebih Adil dan Inklusif". Kompetisi dibagi dalam tiga kategori yakni, Hackathon, Designathon, dan Visualthon.

Hackathon merupakan kompetisi pembuatan aplikasi digital, termasuk game. Mereka yang mengikuti kompetisi ini harus memanfaatkan portal open data milik DKI Jakarta dan sumber resmi lainnya sebagai bahan karyanya. Kategori HackJak 2017 selanjutnya adalah Designathon. Kompetisi ini dikhususkan untuk desain berbasis data yang diikuti oleh para arsitek dan perencana kota.

Sementara itu, Visualthon adalah kompetisi pembuatan infografik. Desain infografik yang dilombakan harus bisa menginformasikan hal-hal penting tentang layanan Pemprov DKI Jakarta. Peserta bisa mengambil data yang dibutuhkan sebagai bahan pembuatan infografik melalui portal open data. Salah satu kriteria infografik adalah harus ramah baca atau mudah dimengerti oleh warga.

Berdasarkan hasil penjurian, Etnic Ninja dengan judul karya Mata Jakarta berhasil menjadi Juara I untuk kategori Hackathon. Juara II untuk kompetisi yang sama diraih oleh Koders Jaman Now dengan karya berjudul SiAB, Juara III Radya Playground dengan judul karya Tripvia, dan Juara Favorit diraih SD Aruhamah dengan judul karya Sim PKBM DKI Jakarta.

Sedangkan untuk kategori Designathon, karya dengan judul Bank Sampah berhasil menjadi Juara I. Evakuasi Bencana berhasil menjadi Juara II, Kita Lewat Mana menjadi Juara III, serta Ruang Kaget sebagai Juara Favorit. Untuk kategori Visualthon, Juara I dimenangkan oleh tim Baby Shark Junior, Juara II Tim Fopifopi, dan Juara III Armadan Naufal.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menyatakan apresiasinya pada generasi muda yang mendominasi sebagai peserta. Menurutnya, peserta telah menunjukan kreasi dan inovasi untuk membuat Jakarta sebagai kota yang unggul dalam hal open government dan open data. Transparansi data di Jakarta diharapkan bisa dimengerti dan dimanfaatkan para pengambil kebijakan serta oleh warga.

Artikel lainnya

RPTRA : Fasilitas Umum bagi Warga di Kota Pintar

Kota pintar akan terwujud jika warganya pintar dan pemerintah menjalankan fungsinya dengan baik. Konsep smart people di kota pintar bukan hanya tentang kecerdasan individu, namun juga kecerdasan ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City