Diskusi Master Plan Pembangunan Transportasi Publik di Jakarta bersama BPTJ

JSC | 2 years ago

Pemprov DKI Jakarta yang telah menerapkan konsep smart city terus berupaya untuk membenahi permasalahan Ibu Kota melalui solusi cerdas. Salah permasalahan yang saat ini menjadi perhatian adalah kemacetan. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta bersama Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menangani masalah transportasi.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menyatakan bahwa mengatasi masalah kemacetan diperlukan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai operator angkutan massal milik DKI. Selain itu, upaya lain yang dibahas untuk mengatasi kemacetan adalah konsep Transit Oriented Development (TOD).

Konsep TOD adalah memfokuskan pembangunan fasilitas di sekitar layanan transportasi publik. Pembangunan berbasis TOD memastikan akses yang mudah dari tempat tinggal warga ke berbagai moda transportasi umum.

Selain itu, pengguna transportasi umum juga dimudahkan untuk berpindah jalur dan berganti moda transportasi sesuai kebutuhan mereka. TOD mengatur pengembangan sistem transportasi sehingga warga mudah menjangkau kawasan perkantoran, industri, dan pusat-pusat aktivitas perkotaan dari tempat mereka tinggal.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono menyatakan pihaknya bersama Gubernur sedang menyusun master plan untuk memetakan secara kasar target makro transportasi di Jabodetabek selama lima tahun ke depan. Salah satu targetnya adalah membangun transportasi agar point to point dicapai tidak lebih dari 1,5 jam. Kecepatan rata-rata minimal juga diharapkan bisa mencapai 30 kilometer per jam.

Artikel lainnya

Shuttle Bus Royal Trans dan Metro Trans di GBK

Berbagai fasilitas disediakan untuk menunjang transportasi selama Asian Games 2018. Salah satunya adalah Shuttle Bus Royal Trans dan Metro Trans yang difasilitasi Inasgoc (Indonesia Asian Games 2018 ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City