Inovasi Ridesharing untuk Mengatasi Kemacetan di Jakarta

JSC | 9 months ago

Kemacetan di Jakarta merupakan salah satu permasalahan yang masih menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta. Salah satu perusahaan aplikasi transportasi online, Uber memaparkan beberapa fakta menarik terkait kemacetan di Jakarta. Kemacetan di Jakarta ternyata membuat pengemudi mobil membuang waktu rata-rata selama 90 menit setiap harinya. Sebanyak 74% responden di Jakarta juga melewatkan atau sangat terlambat menghadiri sebuah acara penting akibat berkutat dengan kemacetan.

Survei yang dilakukan Uber selama Juli hingga Agustus 2017 terhadap 9.000 responden yang berumur antara 18 hingga 65 tahun di 9 kota besar se-Asia ini mengungkapkan lebih banyak fakta terkait mobilitas manusia di kota besar. Menggunakan kendaraan pribadi di Jakarta ternyata tak senyaman kelihatannya. Sebanyak 84% pemilik mobil menyatakan kalau kerepotan terberat memiliki mobil adalah waktu yang terbuang karena terjebak macet. Selain itu, 60% responden menyatakan mereka kesulitan menemukan lahan parkir dan 45% mengeluhkan biaya parkir yang tinggi.

The Boston Consulting Group mengkaji potensi manfaat ridesharing bagi mobilitas urban. Temuan dari riset data transportasi yang dilakukan oleh the Boston Consulting Group menunjukkan kalau ridesharing menurunkan 60% jumlah mobil dari jalanan. Hampir 2,5 juta kendaraan di Jakarta bisa dikurangi sehingga berpotensi menurunkan kemacetan dan kebutuhan lahan parkir. Atau dengan angka tersebut, Jakarta bisa mengalihkan area sekitar 14.600lapangan sepakbola yang saat ini digunakan sebagai lahan parkir.

Kampanye untuk mempopulerkan budaya ridesharing dan membebaskan kota-kota di Asia, termasuk Jakarta dari kemacetan oleh Uber dikemas dengan tema #UnlockingCities. Pada acara peluncuran kampanye ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno memberi sambutan sebagai bentuk dukungan Pemprov DKI Jakarta terhadap inovasi untuk mengatasi masalah kemacetan Ibu Kota.

“Kami tadi sepakat dilakukan data sharing, ke depan kebijakan Pemprov berbasis data, smart city jadi agregator kita pastikan data ini diolah dengan baik dan dianalisis untuk kebijakan berkaitan lalu lintas dan kebijakan lain,” ujar Sandiaga saat menghadiri acara #UnlockingCities di Gedung Djakarta Theater.

Artikel lainnya

Davao, Kota Pintar dengan Fitur CCTV Unggulan

Sudut-sudut Jakarta kini telah dilengkapi dengan kamera pengawas alias CCTV yang jumlahnya terus bertambah. Data yang dihimpun pada Juni 2017 menunjukkan bahwa Jakarta telah memiliki 6.519 CCTV dan ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City