Bebas Polusi dan Diversifikasi Energi, Alasan Utama Jakarta Butuh Bus Listrik

JSC | 10 months ago

Kontribusi kendaraan umum sebagai salah satu penyebab polusi udara Ibu Kota, tak bisa dianggap enteng. Oleh sebab itu, Pemprov DKI Jakarta tertarik untuk mengkaji penggunaan bus listrik sebagai alternatif kendaraan umum yang lebih ramah lingkungan. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno saat menghadiri acara Pameran Inovasi Teknologi yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Universitas Indonesia (FTUI) di Gandaria City, Jakarta Selatan.

Menurut Sandiaga Uno, ia telah meminta PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) untuk mengkaji penggunaan bus listrik yang merupakan produksi dari FTUI tersebut. Bus ini nantinya bisa menggantikan bus-bus yang beroperasi di Jakarta. Bus listrik diproyeksikan bisa menggantikan bus berukuran sedang yang dioperasikan mitra PT Transjakarta seperti oleh Kopaja dan Metromini.

Kebijakan untuk melakukan kajian bus listrik sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional. Dalam Perpres tersebut, Indonesia telah memproyeksikan peralihan penggunaan energi yang digunakan pada sektor transportasi. Dari penggunaan BBM sebesar 96% pada 2015, akan turun menjadi 83,5% pada 2025 dan 72,9% pada 2050.

Penurunan ini diakibarkan oleh diversifikasi energi dalam bentuk lain seperti gas dan listrik. Oleh sebab itu, pemerintah melalui peraturan yang sama juga menetapkan pengembangan kendaraan bertenaga listrik atau hybrid. Kebijakan ini berguna untuk mendukung gerakan peningkatan penggunaan jenis energi selain BBM.

Kendaraan bertenaga listrik memang memiliki beberapa kelebihan dibanding kendaraan berbahan bakar konvensional. Wakil Ketua Tim Nasional Mobil Listrik dari Universitas Indonesia, Mohammad Adhitya mengungkapkan bahwa mobil listrik tak menghasilkan emisi karbon alias tidak menimbulkan polusi. Biaya operasinya pun diklaim lebih rendah dibanding mobil berbahan bakar minyak.

Selain itu, kendaraan listrik tak bergantung pada satu sumber energi saja. Alasannya, listrik bisa dihasilkan dari berbagai sumber energi, mulai dari minyak bumi, air, angin, panas bumi, dan sebagainya. Dengan demikian, pengembangan kendaraan bertenaga listrik akan berdampak positif terhadap kedaulatan energi Indonesia yang kaya dengan sumber energi alternatif untuk menghasilkan listrik.

Meski memiliki keunggulan, penggunaan bus dengan sumber energi alternatif ini perlu pengkajian mendalam. Terutama untuk aspek keamanan, kenyamanan, dan biaya yang diperlukan baik untuk pengadaan, pengoperasian, hingga perawatan kendaraan. Selain itu, infrastruktur pendukung bus listrik ini juga harus diperhatikan. Sehingga saat kelak siap beroperasi, bus listrik bisa maksimal menunjang kemudahan dan kenyamanan transportasi massal di Jakarta.

Artikel lainnya

Kondisi RPTRA Bisa Dipantau Melalui Jakarta Smart City Portal

Menjadi kota yang ramah anak merupakan mimpi semua kota di Indonesia termasuk DKI Jakarta. Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta melakukan perubahan besar yaitu membangun Ruang Publik ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City