Pembangunan Stasiun MRT Haji Nawi Bisa Dilanjutkan Sesuai Rencana

JSC | 2 years ago

Proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) yang sempat terhambat masalah pembebasan lahan, kembali menunjukkan kemajuan. Hal ini berkat putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan gugatan pemerintah provinsi tentang harga pembebasan empat lahan di Jl Fatmawati, Kebayoran Baru. Masalah pembebasan lahan ini sebelumnya berdampak pada pengerjaan pondasi Stasiun Haji Nawi.

Putusan di tingkat kasasi ini adalah upaya hukum final yang dapat dilakukan para pihak berperkara. Dengan demikian, Pemprov DKI Jakarta diwajibkan membayar ganti rugi sekitar Rp 30 juta per meter sesuai appraisal atau harga pasaran tanah kepada para penggugat. Berkat putusan MA tersebut, maka pengerjaan Stasiun Haji Nawi untuk proyek MRT bisa dilanjutkan.

Stasiun Haji Nawi kelak diproyeksikan akan menjadi kawasan Transit Oriented Development (TOD) Cipete Raya, bersama dengan Stasiun Cipete Raya dan Stasiun Blok A. Pembangunan moda transportasi massal baru ini diharapkan bisa mengurangi kemacetan di Jakarta sehingga memudahkan mobilitas warga dan mewujudkan indikator smart mobility dan smart living bisa diwujudkan untuk warga Ibu Kota.

Artikel lainnya

Pemprov DKI Jakarta Siap Memberikan Fasilitas Rusun yang Terbaik

Untuk mewujudkan konsep smart living, yang merupakan salah satu indikator dari smart city, Pemprov DKI Jakarta berinisiasi membangun hunian vertikal atau rumah susun untuk warga Jakarta. Hal ini juga ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City