Peran Jakarta Smart City Akan Dimaksimalkan melalui Optimalisasi Pemanfaatan Data

JSC | 10 months ago

Peran Unit Pengelola Jakarta Smart City akan makin maksimal di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno. Salah satu tugas penting yang diemban adalah pengumpulan dan pengolahan data. Menurut Wakil Gubernur, semua kebijakan di Jakarta kelak tidak hanya berdasar kajian teoritik. Data yang berasal dari fakta lapangan, direkam dan dianalisis melalui sistem Unit Pengelola Jakarta Smart City, akan menjadi dasar penting untuk penentuan kebijakan.

Lalu apakah Jakarta Smart City siap menghadapi tantangan tersebut? Berkat teknologi Big Data yang kini telah dimiliki, tim data yang merupakan bagian dari Unit Pengelola Jakarta Smart City mampu melakukan proses pengelolaan, penyimpanan, serta analisis data secara mendalam untuk jumlah data berskala besar. Big Data juga memiliki potensi untuk menyediakan data yang akurat dan terstruktur sehingga bisa digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan atau kebijakan.

Jika informasi tentang berbagai sektor tersedia dengan lengkap dan bisa diakses dengan mudah, hal tersebut tentu bermanfaat untuk warga karena pemerintah bisa mengembangkan infrastuktur kota dengan lebih tepat, sesuai dengan kebutuhan warganya. Penggunaan Big Data juga efektif untuk menganalisis suatu masalah. Pemahaman yang lebih baik terhadap masalah akan membantu pemerintah merumuskan solusi yang tepat.

Beberapa data yang telah dikelola dengan Big Data antara lain adalah data transportasi dari Transjakarta yang memuat data jumlah bus yang yang beroperasi setiap hari, jumlah bus di setiap koridor, dan data bus yang beroperasi per jam. Selain data armada, terdapat pula data pengguna bus Transjakarta meliputi jumlah tap-in harian dan jumlah tap-in per koridor. Data tersebut masuk per 10 detik ke sistem Big Data.

Begitu pula dengan data lalu lintas dari Waze. Data yang masuk digolongkan menjadi data laporan lalu lintas seperti kemacetan atau insiden yang terjadi serta tingkat kepadatan jalan raya. Laporan atau keluhan publik yang disampaikan melalui kanal-kanal pengaduan Pemprov DKI Jakarta juga menjadi salah satu jenis data yang dikelola melalui Big Data.

Data penting lain yang dianggap perlu dikelola dalam sistem Big Data adalah informasi tentang aset kendaraan milik Pemprov DKI Jakarta. Selain itu, penggunaan dana yang disalurkan melalui KJP tak luput dari perhatian. Untuk memastikan penggunaannya tepat sasaran, data tersebut juga masuk dalam sistem Big Data yang dimiliki oleh Jakarta Smart City. Data tren transaksi harian hingga analisis perilaku transaksi menggunakan KJP tiap hari dan jam, terekam dan dapat dipantau dengan mudah melalui Big Data.

Kesiapan sistem tersebut, menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno, harus didukung dengan sumber daya manusia yang mencukupi. Oleh sebab itu, penambahan data scientist atau pengolah data perlu dilakukan. Dengan demikian, Jakarta Smart City bisa menjadi pusat informasi akurat, didukung dengan data yang kredibilitasnya terjamin untuk mendukung penentuan kebijakan oleh pemerintah.

Artikel lainnya

Revitalisasi Transjakarta dengan Bus Scania

Kebutuhan akan moda transportasi di Jakarta semakin meningkat. Tentunya, moda transportasi umum yang sudah ada butuh peremajaan atau revitalisasi. Hal inilah yang saat ini dilakukan Pemerintah ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City