Transjakarta, BRT dengan Jalur Lintasan Terpanjang di Dunia

JSC | 4 months ago

TransJakarta merupakan sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan yang beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta, Indonesia. Sebagai salah satu penyedia layanan transportasi umum milik Pemprov DKI Jakarta, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terus berkembang, berusaha memperbaiki layanan.

Pada tahun ini, Transjakarta genap memasuki usia 13 tahun. Seiring berjalannya waktu, pertumbuhan jumlah penumpang yang dilayani oleh Transjakarta juga semakin pesat. Pada 2015, jumlah penumpang yang dilayani Transjakarta hanya 102 juta, dengan jumlah rata-rata penumpang per hari sebanyak 207.000 orang. Pada Mei 2016, jumlah penumpang bus Transjakarta mencapai 10 juta orang atau rata-rata 322.000 orang per hari. Jumlah tersebut kembali meningkat pada Oktober 2016, PT Transjakarta mencatat jumlah penumpang mencapai 12,3 juta orang atau rata-rata 396.000 orang per hari.

Walau terus menunjukkan peningkatan, jumlah pengguna Transjakarta saat ini masih jauh jika dibandingkan pengguna angkutan umum di negara lain. Tehran, yang merupakan ibu kota dari Iran, memiliki layanan Bus Rapid Transit (BRT) serupa Transjakarta. Menurut brtdata.org, rata-rata sekitar dua juta orang menggunakan alat transportasi umum BRT di kota tersebut. Jumlah tersebut jauh di atas target penumpang Transjakarta pada tahun ini, yakni hanya sekitar 185 juta orang atau rata-rata 506.000 penumpang per hari.

Jika membandingkan jumlah penduduk Tehran yang hanya sekitar 8 juta orang, dibandingkan penduduk Jakarta yang mencapai 10 juta orang, seharusnya pengguna Transjakarta bisa lebih banyak. Begitu pula jika membandingkan panjang lintasan BRT di Tehran yang hanya sekitar 130 kilometer, sementara Transjakarta memiliki jalur lintasan terpanjang di dunia, yakni sepanjang 208 kilometer.

Pemprov DKI akan terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan transportasi umum, termasuk layanan Transjakarta. Serta membangun infrastruktur penunjang, seperti trotoar yang layak bagi pejalan kaki agar warga makin nyaman meninggalkan kendaraan pribadinya dan beralih menggunakan moda transportasi publik. Dengan meningkatnya minat pengguna transportasi umum termasuk bus Transjakarta, diharapkan bisa mengurangi kemacetan di Ibu Kota.

Artikel lainnya

Jakmart, Salah Satu Garda Terdepan Pengendali Harga Pangan Ibu Kota

Untuk menegaskan status suatu kota menjadi smart city, salah satu indikator penting yang harus dicapai adalah smart economy. Kota pintar membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, didukung ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City