Urban Farming di Jakarta, Bagaimana Caranya?

JSC | 1 year ago

Planet kita akan menjadi rumah bagi 9,6 miliar orang pada 2050 mendatang. Tambahan lebih dari dua miliar orang tersebut, tentu akan menimbulkan masalah jika tidak diantisipasi sejak sekarang. Salah satunya adalah masalah pangan. Untuk mencukupi kebutuhan penduduk bumi, produksi bahan pangan harus meningkat setidaknya 70% pada 35 tahun mendatang.

Peningkatan produksi pangan sebanyak itu terbilang sulit. Apalagi saat ini, jumlah lahan yang digunakan untuk pertanian dan perkebunan semakin berkurang. Belum lagi masalah pencemaran yang menurunkan kesuburan tanah, sehingga makin menambah kesulitan produksi tanaman pangan.

Walau tidak mudah, upaya peningkatan produksi pangan tidak mustahil dilakukan. Pada tahun yang sama, orang yang tinggal di wilayah perkotaan akan mencapai 54% dari populasi dunia. Sehingga urban farming atau pertanian perkotaan menjadi solusi yang masuk akan untuk menyediakan pasokan bahan pangan.

Bertani di daerah perkotaan memang memerlukan trik dan cara khusus, untuk menghadapi hambatan yang biasanya tidak terlalu berpengaruh di kawasan pedesaan. Misalnya masalah keterbatasan lahan, penyinaran matahari, juga ketersediaan media berupa tanah dan air untuk bercocok tanam. Namun dengan perkembangan teknologi, termasuk dalam bidang pertanian, hal tersebut tentu bisa teratasi. Misalnya dengan melakukan pertanian vertikal, hidroponik, atau aquaponik.

Di negara kecil seperti Singapura, Sky Greens menjadi perusahaan yang berhasil menerapkan pertanian vertikal. Sedangkan aquaponik dalam ruangan, telah dikembangkan di Chicago, Amerika Serikat. Produksinya diklaim mencapai 15 kali lebih banyak dibandingkan pertanian tradisional.

Untuk Jakarta, urban farming bukan hal baru lagi. Beberapa komunitas warga, juga pemerintah seperti melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta telah ikut menginisiasi kegiatan tersebut. Namun, belum ada grand design untuk menyatukan upaya pengembangan urban farming di Ibu Kota.

Oleh sebab itu, saat ini Pemprov DKI Jakarta tengah mempersiapkan grand design program pertanian kota periode 2017-2030 yang disusun bersama sejumlah pihak. Upaya penyusunan grand design pertanian kota dianggap perlu agar menjadi kerangka acuan pengembangan urban farming. Sehingga kelak, kebutuhan pangan warga Jakarta diharapkan bisa disuplai oleh pertanian lokal yang lebih segar, sehat, dan ramah lingkungan.

Artikel lainnya

Sistem Pendukung Indikator Smart Governance di Jakarta Smart City

Smart governance sebagai salah satu indikator penting bagi kota pintar mengharuskan adanya beberapa aspek penting dalam pemerintahan. Tiga aspek utama dalam smart governance adalah penggunaan ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City