Geographic Information System untuk Pembangunan Terencana dengan Pengolahan Data Tata Ruang

JSC | 1 year ago

Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) DKI Jakarta sedang menggiatkan penggunaan teknologi informasi untuk mendukung pengolahan data tata ruang. Untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni, maka  pegawai dinas tersebut akan mendapatkan pelatihan mengenai aplikasi penginputan dan pengolahan data spasial berbasis GIS (Geographic Information System). Pelatihan dilaksanakan secara bertahap untuk 250 pegawai yang dibagi dalam beberapa sesi. Satu sesi diikuti 10 orang peserta. Pelatihan akan dimulai pekan kedua bulan Agustus dan diperkirakan rampung akhir tahun ini.

Sistem informasi GIS memadukan data grafis (spasial) dengan data teks dari objek geografis. Selain menampung dan menampilkan data, sistem tersebut juga berfungsi untuk menggabungkan, mengatur, dan menganalisis data. Dengan berbagai fiturnya, GIS dinilai bermanfaat untuk perencanaan tata kota terutama dalam hal penyajian informasi-informasi secara grafis. Tampilan data juga akan lebih mudah dibaca dan akurat karena fitur-fitur pengolahan dan penyajian data yang dimiliki GIS.

Gambar 1. Ilustrasi Pengolahan Data oleh GIS (sumber: http://henrico.us/it/gis/)

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Dinas CKTRP DKI Jakarta, Heru Hermawanto menyatakan jika database spasial berbasis web GIS ini dapat mempermudah monitoring dan evaluasi terhadap tata ruang. Dengan rencana pembangunan kota yang lebih terukur dan sesuai dengan peruntukkannya, diharapkan Jakarta akan mampu menjadi kota pintar dengan mewujudkan indikator smart living untuk tempat yang lebih nyaman bagi warganya.

Artikel lainnya

Mencari Produk Hukum di Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum

Informasi di genggaman cocok untuk menggambarkan upaya Pemprov DKI Jakarta mempermudah akses berbagai data. Salah satunya adalah akses dokumen-dokumen produk hukum. Pemprov DKI Jakarta menyediakan ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City