Seberapa Parahkah Polusi Udara Ibu Kota?

JSC | 12 months ago

Dari sekian banyak penyebab polusi udara, kendaraan bermotor menjadi salah satu sumber polusi udara yang signifikan, termasuk di Jakarta. Kota ini memiliki jumlah aktivitas lalu lintas kendaraan yang jauh lebih tinggi daripada tempat lain di Indonesia. Jumlah kendaraan bermotor yang ada di Ibu Kota sebanyak 9.257.801 pada Desember 2013 dan jumlah tersebut tumbuh pesat hingga mencapai 10.940.102 kendaraan pada Februari 2017.

Untuk dapat terus memantau kondisi udara, Pemprov DKI Jakarta memasang Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) yang tersebar di di 5 lokasi. SPKU bernama DKI 1 dipasang di Bundaran HI, Jakarta Pusat, DKI 2 di Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI 3 di Jagakarsa, Jakarta Selatan, DKI 4 di Museum Lubang Buaya, Jakarta Timur, sedangkan DKI 5 digunakan untuk memantau kualitas udara di Perumahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Alat pemantau tersebut menampilkan angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Indeks ini menggambarkan kondisi kualitas udara di lokasi dan waktu tertentu. Parameter yang diukur melalui ISPU adalah PM10, yaitu partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 10 mikrometer, sulfur dioksida (SO2), karbon monoksida (CO), nitrogen  dioksida ( NO2), ozon (O3).

Data dari setiap SPKU dapat diakses melalui salah satu fitur di situs smartcity.jakarta.go.id/maps yaitu di bawah menu Dinas Lingkungan Hidup dan dengan mencentang pilihan “Indeks Standar Pencemaran Udara”. Data real-time tersebut kemudian diolah sehingga dapat menunjukkan perubahan kualitas udara Jakarta dari waktu ke waktu.

Gambar 1. Halaman Situs Jakarta Smart City yang Memuat Data ISPU

Pada 2014, kualitas udara di Jakarta tercatat dalam kondisi sangat tidak sehat selama 3 hari di area yang terpantau oleh SPKU DKI 3. Di SPKU DKI 4 dan DKI 5, kualitas udara sangat tidak sehat sempat melanda area pantauannya selama 5 hari. Pada 2015, kondisi udara Jakarta tampaknya membaik. Selama satu tahun, tidak seharipun udara Jakarta tercatat memiliki kualitas sangat tidak sehat. Namun pada tahun berikutnya, kembali ada satu hari di area pantauan SPKU DKI 2 yang kualitas udaranya dinilai sangat tidak sehat.

Gambar 2. Data Kolektif ISPU dari Semua SPKU di Jakarta

Agar kualitas udara bisa membaik, Pemprov DKI Jakarta terus berupaya mengurangi tingkat polusi udara di Ibukota, terutama yang disebabkan oleh asap kendaraan. Caranya adalah dengan menggiatkan penggunaan bahan bakar gas untuk kendaraan umum dan kendaraan operasional pemerintahan, memperketat proses uji emisi, juga dengan rutin melaksanakan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) tiap akhir pekan.

 

Artikel lainnya

Dishub DKI Ontime System, Aplikasi Pemantau Kinerja Pegawai Dinas Perhubungan DKI Jakarta

Dinas Perhubungan DKI Jakarta kini memiliki aplikasi baru bernama Dishub DKI Ontime System atau DDOS. Aplikasi tersebut utamanya berfungsi sebagai pencatat kehadiran. Penggunaan aplikasi ini dinilai ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City