Pedestrian akan Dimanjakan dengan Sisa Dana Pembangunan Simpang Susun Semanggi

JSC | 12 months ago

Setelah memiliki infrastruktur baru berupa Simpang Susun Semanggi yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan, pembangunan Ibu Kota akan kembali dilanjutkan. Kali ini giliran fasilitas bagi pejalan kaki. Pemprov DKI Jakarta berencana menggunakan sisa kompensasi kenaikan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dari pengembang proyek Simpang Susun Semanggi untuk merevitalisasi trotoar.

Proyek trotoar akan mendapatkan suntikan dana 219 miliar rupiah. Jumlah tersebut merupakan sisa dari pendanaan proyek Simpang Susun Semanggi. Dari keseluruhan kompensasi kenaikan KLB yaitu senilai 579 miliar rupiah, baru 360 miliar rupiah yang terpakai untuk membangun Simpang Susun Semanggi.

Revitalisasi trotoar menjadi salah satu program utama Pemprov DKI Jakarta untuk mendukung terwujudnya smart living dan smart mobility. Dengan fasilitas pedestrian yang layak, diharapkan dapat memudahkan warga untuk mengakses atau berganti moda transportasi sesuai kebutuhannya. Fasilitas tersebut juga disediakan agar warga Jakarta lebih sering berjalan kaki saat akan menuju lokasi yang tidak terlalu jauh, dibandingkan menggunakan kendaraan bermotor.

Sepanjang 3,5 kilometer trotoar akan diperbaiki dengan dana dari kompensasi KLB tersebut. Lokasinya adalah sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dari Patung Pemuda sampai Bendungan Hilir (Kali Krukut), yakni sepanjang dua kilometer. Trotoar lain yang juga mendapat jatah revitalisasi dari dana tersebut yaitu sepanjang 1,5 kilometer di Jalan Gatot Subroto, dari Hotel Kartika Chandra sampai Taman Ria Senayan.

Trotoar di lokasi-lokasi tersebut akan memiliki lebar sembilan meter, terdapat di kedua sisi jalan, dan dilengkapi dengan berbagai kelengkapan standar sesuai rencana revitalisasi trotoar di seluruh Ibu Kota. Salah satunya adalah melengkapinya dengan ducting. Sehingga, jika ada kerusakan atau pemasangan jaringan kabel dan utilitas lainnya, petugas tidak perlu merusak trotoar yang telah dibangun.

Artikel lainnya

Kawasan TOD Segera Diwujudkan oleh PT MRT Jakarta

Pemprov DKI Jakarta menunjuk PT MRT Jakarta sebagai operator utama kawasan Transit Oriented Development (TOD) Koridor Utara-Selatan Fase 1 MRT. Penunjukan ini berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 140 ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City