Menjamurnya Coworking Space dan Peranan Fasilitas Ini untuk Smart City

JSC | 12 months ago

Menjamurnya coworking space alias ruang kerja bersama yang umumnya berbasis keanggotaan berbayar ini tak lepas dari beberapa keunggulannya dibandingkan kantor konvensional. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan melalui situs Harvard Business Review, orang yang bekerja di coworking space memiliki skala pencapaian dan pertumbuhan sebesar 6 dari skala maksimal 7. Nilai ini lebih tinggi satu poin dari pekerja yang beraktivitas di kantor reguler. Lalu apa yang sebenarnya membuat tempat kerja modern ini lebih efektif digunakan untuk berkarya? Masih menurut sumber yang sama, hasil wawancara terhadap pengguna coworking space mengungkap alasannya.

 

Orang Menganggap Pekerjaannya Lebih Berarti saat Bekerja di Coworking Space

Pengguna coworking space yang disurvei menyatakan kalau mereka lebih bisa mengeluarkan kemampuannya di tempat kerja yang menampung berbagai macam bidang pekerja lepas (freelancer), pekerja jarak jauh (remote worker), dan individu profesional tersebut. Karena berada di satu tempat dengan orang-orang yang berbeda perusahaan, proyek, atau bidang, mereka mengaku merasa lebih nyaman karena identitasnya akan menjadi lebih kuat.

Perbedaan ini juga dianggap sebagai kesempatan untuk bekerja sama dan saling membantu. Orang yang memiliki suatu keterampilan, dapat membantu pekerja lain di coworking space dengan proyek yang membutuhkan keahlian tersebut. Dengan demikian, jelas terlihat jika coworking space berperan penting untuk mendukung terbentuknya komunitas yang kuat melalui kolaborasi yang berkelanjutan.

 

Lebih Mudah Mengatur Jam Kerja

Coworking space umumnya dapat diakses 24 jam sehari, setiap hari. Oleh sebab itu, setiap orang bebas mengatur waktu kerja yang sesuai dengan ritme hidupnya. Berbagai jenis ruangan yang berbeda fungsi juga memfasilitasi perbedaan antar pekerja. Mereka bisa memilih menggunakan meja atau ruang individual jika ingin mendapatkan suasana yang lebih tenang. Sementara itu, untuk mereka yang membutuhkan lebih banyak kolaborasi, ruangan yang digunakan bersama-sama dengan pekerja lain akan lebih sesuai.

Meskipun dikhawatirkan kebebasan mengatur waktu kerja ini akan berpengaruh terhadap produktivitas penghuni coworking space, namun hal itu bisa dihindari berkat adanya komunitas. Hubungan antar pekerja di tempat tersebut, konon lebih membantu seseorang untuk lebih disiplin dan memotivasinya untuk lebih cepat dan lebih baik dalam mengerjakan pekerjaan-pekerjaannya.

 

Bagian dari Pergerakan Sosial

Bekerja di coworking space akan menimbulkan hubungan antar manusia yang lebih erat melalui komunitas yang terbentuk di tempat tersebut. Oleh karena itu, tak heran jika ide-ide yang tercetus akan memunculkan kolaborasi-kolaborasi baru yang inovatif. Hasilnya mungkin adalah solusi dari masalah yang dihadapi suatu kota, bahkan negara.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, Unit Pengelola Jakarta Smart City menjalin kerja sama dengan EV Hive dengan mendirikan coworking space bernama JSC Hive. Perusahaan yang didirikan pada 2015 ini memiliki lebih dari 8.000 komunitas yang telah bergabung. Komunitas di bawah naungan EV Hive juga telah menyelenggarakan setidaknya 130 seminar dan workshop setiap tahunnya. Pengelola coworking space terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah lokasi dan program yang paling inovatif itu dipercaya sebagai mitra Pemprov DKI Jakarta untuk menyediakan ruang kerja kolaboratif yang layak dan dengan harga terjangkau bagi warga Jakarta. Langkah ini diharapkan dapat memunculkan terobosan baru untuk mengatasi masalah di Ibu Kota sekaligus mendukung tercapainya misi Jakarta sebagai kota pintar.

Artikel lainnya

Telusuri Asal Usul Nama Ragunan

Ragunan, salah satu nama daerah di Jakarta Selatan. Terkenal dengan adanya Taman Margasatwa Ragunan, kebun binatang pertama di Indonesia. Namun tahukah Anda asal usul nama Ragunan tersebut? Ragunan ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City