OJK Membentuk Forum Pakar Fintech sebagai Pendukung Perkembangan Industri Keuangan Digital

JSC | 4 months ago

Perkembangan teknologi menyentuh segala aspek kehidupan, termasuk ranah ekonomi. Sebagai kota pintar yang mengembangkan indikator smart economy yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, Jakarta tak luput dari imbas perkembangan fintech alias financial technology. Industri ini meliputi layanan pembayaran, pencatatan keuangan, investasi, bantuan sosial, dan definisinya akan terus berkembang seiring dengan ide-ide baru penggiat startup fintech.

Aturan main untuk industri baru ini ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lembaga negara tersebut memastikan pengawasan ketat sebagai langkah perlindungan konsumen. Sejalan dengan upaya tersebut dan memperkuat peran negara untuk mendukung pertumbuhan fintech,  baru-baru ini OJK meresmikan pembentukan Forum Pakar Fintech (Fintech Advisory Forum).

Forum ini terdiri dari individu kompeten di bidang industri keuangan digital dari  OJK, Bank Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Selain itu, OJK juga melibatkan Badan Ekonomi Kreatif, Bursa Efek Indonesia, Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Asosiasi Fintech Indonesia, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung.

Anggota Forum Pakar Fintech tak terbatas pada daftar tersebut. Keanggotaannya bisa bertambah sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang akan dibahas bersama. Sebagai permulaan, forum ini akan memfasilitasi koordinasi antarlembaga, kementerian, dan pihak-pihak terkait dengan pelaku startup fintech. Selain itu, mereka akan aktif berdiskusi tentang isu-isu terkini terkait fintech dan menjawab tantangan global untuk mengembangkan industri finansial digital di Indonesia.

Upaya pemerintah tersebut diharapkan dapat mendukung perkembangan perusahaan-perusahaan fintech domestik. Jumlahnya hingga Januari 2017, mencapai 165 perusahaan berdasarkan catatan Asosiasi Fintech Indonesia. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan fintech sekitar empat kali lipat dibanding akhir tahun 2014 yaitu sebanyak 40 perusahaan.

Artikel lainnya

Mengapa Setiap Kendaraan Bermotor Harus Punya Tempat Penyimpanan?

Setiap pemilik kendaraan pribadi tentu harus memiliki tempat untuk menyimpan kendaraannya, baik roda dua maupun roda empat. Sayangnya, fenomena yang sering kita lihat di Ibu Kota, banyak kendaraan ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City