Pembangunan Berbasis Transit Oriented Development di Kota Pintar

JSC | 4 months ago

Saat ini, semakin banyak orang beraktivitas di area perkotaan, termasuk Jakarta. Berdasarkan dokumen World Urbanization Prospects yang disusun oleh PBB, kawasan perkotaan dihuni oleh 54 persen penduduk dunia pada tahun 2014. Persentase tersebut akan tumbuh menjadi 66 persen pada tahun 2050.

Semakin banyak aktivitas manusia di perkotaan, tentu akan muncul pula masalah-masalah kompleks seperti kemacetan, terancamnya keberlangsungan sumber daya pendukung kehidupan seperti air, polusi, juga masalah krisis energi. Oleh karena itu, perlu solusi agar masalah perkotaan di Ibu Kota tidak berlarut-larut. Salah satunya adalah dengan merancang pembangunan berbasis Transit Oriented Development (TOD).

 

Berpusat pada Layanan Transportasi Publik

Konsep TOD berfokus pada pembangunan di sekitar layanan transportasi publik. Pembangunan berbasis TOD memastikan akses yang mudah dari tempat tinggal warga ke berbagai moda transportasi umum, memudahkan pengguna transportasi umum untuk berpindah-pindah jalur, dan berganti moda transportasi sesuai kebutuhan mereka. TOD juga mengatur pengembangan sistem transportasi sehingga warga mudah menjangkau kawasan perkantoran, industri, dan pusat-pusat aktivitas perkotaan dari tempat mereka tinggal.

 

Mengembangkan Kawasan Pedestrian

Untuk mendukung pengembangan kota berbasis TOD, jalur pejalanan kaki juga harus ditata dan dibuat senyaman dan seaman mungkin. Sehingga dapat menarik minat warga untuk beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Jalur-jalur pejalan kaki yang ditata dengan baik juga dapat menjadi potensi pengembangan ekonomi. Misalnya dengan membangun kompleks pertokoan, pusat hiburan, restoran, atau  taman yang dilengkapi dengan kafe di kawasan yang ramai dilewati pejalan kaki.

 

Fasilitas Park and Ride yang Memadai

Untuk memudahkan pengguna kendaraan pribadi berpindah ke alat transportasi massal, TOD juga mensyaratkan adanya fasilitas park and ride yang memadai. Selain bisa menampung kendaraan dalam jumlah banyak, park and ride juga harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti tempat makan, mini market, toilet, dan tempat ibadah. Lokasinya juga harus diperhitungkan dengan cermat agar sesuai dengan kebutuhan warga.

Artikel lainnya

Penerapan One Man One Ticket untuk Meningkatkan Pelayanan Transjakarta

PT Transjakarta akan memberlakukan sistem one man one ticket atau satu orang satu tiket di 12 koridor Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta mulai 11 Januari 2017 mendatang. Dengan diberlakukannya ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City