Petya Ransomware: Serangan Cyber Global Setelah WannaCry

JSC | 10 months ago

Pekan lalu, negara-negara di Eropa dan Amerika kembali melaporkan serangan ransomware bernama Petya. Software berbahaya tersebut dikabarkan menyerang komputer-komputer di beberapa perusahaan besar di dunia. Salah satunya adalah perusahaan logistik asal Denmark, A.P. Moller Maersk yang menyebabkan kerusakan pada sistem komputer mereka di seluruh dunia pada Selasa, 27 Juni lalu. Selain itu, Rosneft yang merupakan produsen minyak asal Rusia, perusahaan bahan bangunan Saint Gobain asal Prancis, dan agen periklanan terbesar di dunia, WPP juga tak luput dari serangan Petya.

Cara kerja Petya mirip dengan WannaCry dengan mengunci data-data komputer  yang menggunakan sistem operasi Windows dari Microsoft dan menampilkan pemberitahuan tentang permintaan tebusan sebanyak 300 US dolar dalam bentuk Bitcoin jika menginginkan data yang terenkripsi dapat kembali diakses. Kalau WannaCry menargetkan file tertentu dalam suatu sistem komputer, Petya akan me-reboot komputer, mengenkripsi master hard drive, dan melumpuhkan master boot record sehingga pengguna tidak dapat mengakses komputer sama sekali.

Seperti halnya WannaCry, ransomware ini diketahui juga menyebar melalui Server Message Block (SMB) dengan memanfaatkan celah keamanan EternalBlue di Microsoft Windows. Namun, malware ini dinilai lebih unggul karena Petya juga dapat menyebarkan dirinya dengan memanfaatkan PsExec, program pengontrol jarak jauh sehingga komputer yang terinfeksi dapat mengeksekusi kode berbahaya di komputer lain yang terhubung dengannya.

Hingga saat ini, belum ada laporan terkait kerusakan akibat serangan malware tersebut di Indonesia. Karena serangan global Petya terjadi saat pekan libur Lebaran, banyak kantor pemerintahan maupun swasta yang belum beraktivitas normal. Dengan demikian, perangkat komputer belum digunakan dan tidak tersambung dengan jaringan internet.

Cara paling mudah untuk tetap aman dari serangan Petya adalah memutuskan sementara semua koneksi internet dan menyalin semua file yang tersimpan dalam hard disk agar data terselamatkan jika sewaktu-waktu sistem terinfeksi Petya Ramsomware. Selain itu, langkah-langkah pencegahan seperti memperbarui security patch dengan menginstal patch MS17-010 yang dikeluarkan oleh Microsoft. Selain itu, melengkapi komputer dengan anti virus juga dapat dilakukan agar data Anda aman. Pastikan anti virus tersebut selalu update dan memiliki klasifikasi anti ransomware.

Artikel lainnya

Perpanjangan Masa Uji Coba OK-OTrip

Masa uji coba OK-OTrip diperpanjang selama tiga bulan hingga Juli 2018 mendatang. Awalnya, rencana masa uji coba program tersebut adalah tiga bulan mulai dari 15 Januari hingga 15 April 2018. Hal ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City