Mengapa Perlu Menggiatkan Transaksi E-commerce di Smart City?

JSC | 1 year ago

Penggunaan internet yang terus meningkat di Indonesia, termasuk Jakarta, rupanya turut mendorong pergeseran tren jual beli tradisional ke transaksi melalui e-commerce. Data Social Research & Monitoring oleh Soclab menunjukkan, pada 2015 pengguna internet di Indonesia mencapai 93,4 juta dengan 77 persen diantaranya atau sekitar 71,9 juta orang mencari informasi produk secara online. Pada tahun berikutnya, pengguna internet yang melakukan transaksi online mencapai 8,7 juta orang dengan nilai transaksi sekitar US$ 4,89 miliar atau sekitar 65 triliun rupiah. Angka itu diyakini akan terus meningkat hingga mencapai US$ 130 miliar atau 1.728 triliun rupiah pada 2020.

Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi negara dengan potensi ekonomi digital terbesar di kawasan ASEAN. Senada dengan cita-cita itu, Jakarta turut menggiatkan transaksi digital untuk mewujudkan indikator smart economy sebagai salah satu syarat kota pintar. E-commerce juga diyakini Pemprov DKI Jakarta sebagai salah satu cara menggairahkan perekonomian Ibu Kota. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat terlibat dalam mata rantai perekonomian nasional, bahkan global dengan meluaskan pasarnya melalui e-commerce.

Meskipun demikian, perkembangan jual beli melalui e-commerce bukan tanpa halangan. Salah satu hal yang menghambat perkembangan e-commerce adalah keraguan warga dengan keamanan bertransaksi online. Sebanyak 60,9 persen pengguna intenet masih takut melakukan transaksi melalui internet karena masalah keamanan data. Selain itu, ada 21,5 persen pengguna internet yang tidak ingin membeli barang tanpa melihat atau mengeceknya secara langsung untuk memastikan kondisi barang yang akan dibeli.

Tugas pemerintah adalah memastikan hambatan tersebut segera teratasi, terutama masalah keamanan data. Solusi yang tepat diharapkan dapat meningkatkan minat warga untuk makin terlibat, baik sebagai pelaku usaha e-commerce maupun berbelanja secara online. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi bisa digenjot untuk meningkatkan kesejateraan warga.

Artikel lainnya

Penambahan Jam Operasional Transjakarta Koridor 13 Efektif Naikkan Jumlah Penumpang

Semenjak penambahan jam operasional bus Transjakarta pada Koridor 13 pada pekan lalu, jumlah penumpang terbukti meningkat 75% dari sekitar 10.000 penumpang per hari menjadi 17.500 orang setiap ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City