Bantuan Sosial Non Tunai dengan Transaksi Bersubsidi melalui e-Warong

JSC | 6 days ago

Elektronik warung gotong royong (e-Warong) merupakan program bantuan sosial sebagai bentuk sinergi dari Program Keluarga Harapan (PKH) dengan program Kelompok Usaha Bersama (KUBE). E-Warong melayani transaksi pembelian bahan pangan pokok bersubsidi, gas LPG 3 kg, pembayaran listrik, pupuk, serta program subsidi lainnya. Harga bahan pangan yang dijual melalui e-Warong cenderung lebih murah dibandingkan dengan harga pasaran. Penerima manfaat bantuan sosial juga dapat bertransaksi di e-Warong dengan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Program yang telah diluncurkan sejak 2016 tersebut diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran keluarga miskin dan membantu pengentasan kemiskinan. Pengelola e-Warong adalah anggota dari KUBE PKH yang membuka toko kelontong di lokasi yang dekat dengan pemukiman warga. Sementara itu, pasokan barang berasal dari Badan Urusan Logistik (Bulog) yang pengepakannya menjadi kemasan kecil dilakukan oleh warga sekitar sekitar.

Pada akhir 2016, sudah ada 7.733 e-Warong yang tersebar di 45 kota dan tiga kabupaten. Jumlah tersebut terus bertambah dan pada 2017 ini, bantuan sosial yang disalurkan melalui e-Warong ditargetkan mampu menjangkau 3 juta penerima. Khususnya di Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut mendukung program e-Warong karena dinilai sangat baik untuk membantu warga kurang mampu yang memperoleh Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Transaksi non tunai melalui e-Warong juga dianggap sesuai dengan cita-cita Pemprov DKI Jakarta untuk mewujudkan cashless society.

Oleh karena itu, pada rapat evaluasi penyaluran BPNT yang diadakan Rabu, 17 Mei 2017 lalu di Balai Kota DKI Jakarta, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menginstruksikan lurah dan camat untuk menindaklanjuti program e-Warong agar tersedia di RPTRA dan rusun. Saat ini, sudah ada 36 unit e-Warong di Jakarta. Masing-masing e-Warong bisa melayani 900 warga. Jumlah tersebut masih perlu ditambah karena jumlah warga terdaftar mencapai 212.978 jiwa.

Artikel lainnya

MRT: Increasing Mobility, Improving Life Quality

Sebagai kota yang mulai mengusung konsep Smart City, Pemprov DKI Jakarta tentunya terus meningkatkan pengelolaan infrastruktur kota yang juga ditujukan untuk kepentingan publik. Infrastruktur kota ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City