3 Virus Komputer yang Pernah Menggemparkan Dunia

JSC | 1 month ago

Serangan ransomware WannaCrypt atau WannaCry sepekan belakangan kembali mengingatkan kita tentang pentingnya keamanan jaringan, terutama untuk smart city. Malware yang menyerang komputer dengan cara mengenkripsi file yang terdapat di komputer korban ini menambah panjang daftar virus-virus yang sempat menggemparkan Indonesia, bahkan juga dunia. Berikut ini beberapa virus atau malware lain yang pernah menimbulkan kerugian cukup besar sebelum WannaCrypt.

 

Morris (Internet Worm)

Virus yang dinamai sesuai dengan penciptanya, Robert Tappan Morris ini muncul pada 1988. Internet worm buatan mahasiswa Cornell University tersebut berhasil menginfeksi sedikitnya 6.000 komputer. Padahal pada tahun itu, baru ada sekitar 60.000 komputer yang terhubung ke internet.

Walaupun pembuatnya konon merancang program tersebut sebagai dasar pembuatan desertasi dan tidak bermaksud untuk menyebarkannya, virus tersebut mampu berkembang biak dan menyebar dari satu komputer ke komputer lain melalui koneksi internet atau jaringan lokal. Dengan worm-nya, Morris bisa menjalankan perintah di komputer yang telah terinfeksi, menemukan daftar pemakai di sebuah jaringan, juga password penggunanya.

 

AIDS Trojan

Virus ini dikenal sebagai jenis ransomeware pertama yang muncul setahun setelah Morris. Joseph Popp menggunakan disket berlabel “AIDS Information - Introductory Diskettes” dan mengirimkannya kepada peserta konferensi AIDS internasional yang diselenggarakan oleh World Health Organization untuk menyebarkan ransomeware buatannya. Disket yang telah terinfeksi tersebut segera menyebarkan virus Trojan dan menyerang komputer dengan menyembunyikan serta mengenkripsi file. Untuk dapat mengakses dokumennya kembali, pengguna harus membayar 189 dolar Amerika ke alamat PO BOX yang terdapat di Panama, milik PC Cyborg Corp.

 

ILoveYou

Virus ini menyebar lewat tautan email dengan subjek "I Love You" dan dianggap sebagai salah satu virus terganas yang pernah diciptakan. Pertama kali terdeteksi di Filipina pada tahun 2000, virus ini menargetkan data pengguna komputer. Penyebarannya cepat dan meluas karena mampu menyebarkan diri melalui kontak-kontak yang berada di Microsoft Outlook penerima email. Onel de Guzman dan Reomel Ramones diketahui sebagai dua orang dibalik pembuatan virus tersebut. Ciptaannya diperkirakan sempat menginfeksi 10 persen komputer di dunia dan menyebabkan kerugian sekitar 5,5 miliar dolar Amerika.

Artikel lainnya

Jakarta Great Online Sale 2017 Turut Meriahkan HUT DKI Jakarta ke-490

Festival belanja online tahunan, Jakarta Great Online Sale (JGOS) kembali digelar tahun ini, pada tanggal 15-22 Juni 2017. JGOS 2017 diikuti oleh 150 e-commerce dan marketplace yang menawarkan diskon ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City