Smart Mobility for Smart City: Integrasi Angkutan Umum Koperasi Wahana Kalpika dengan Transjakarta

JSC | 1 month ago

Demi mewujudkan sistem transportasi yang mudah diakses dengan harga terjangkau untuk warga Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini mengintegrasikan layanan angkutan umum Koperasi Wahana Kalpika (KWK) dengan Transjakarta. Pengintegrasian kedua moda transportasi umum yang diresmikan hari ini, 3 April 2017, juga dilakukan untuk mengurangi kemacetan Ibu Kota.

Armada KWK yang terintegrasi bus Transjakarta akan beroperasi mulai pukul 05:00 –  09:00 dan 16:00 – 20:00. Selama periode waktu tersebut, warga cukup mengeluarkan biaya Rp 15.000 untuk sebulan perjalanan menggunakan kartu tertentu. Pada rentang waktu itu pula, pengemudi KWK dilarang berhenti lama untuk menunggu penumpang. Peraturan ini diharapkan akan memperlancar arus lalu lintas.

Di luar waktu yang telah ditentukan, armada KWK diberi kebebasan untuk beroperasi seperti biasa, termasuk untuk memberlakukan tarif normal kepada penumpangnya. Bentuk kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan diharapkan kesejahteraan pengemudi dan pemilik angkutan KWK.

Pada masa percobaan, sebanyak 75 unit angkutan KWK yang terintegrasi Transjakarta akan melayani 10 rute yang diluncurkan secara bertahap. Hari ini, rute yang mulai diintegrasikan adalah Condet –  Cililitan dan Bulak Turi – Priok. Untuk memanfaatkan fasilitas ini, penumpang cukup menunjukkan kartu saat menaiki angkutan KWK yang sudah teringrasi pada jam yang telah ditentukan. Selanjutnya, warga akan diantar lokasi terdekat untuk memasuki halte Transjakarta.

Pelayanan ini akan terus dievaluasi. Begitu pula dengan standar keamanan dan kenyamanan kendaraan milik KWK, akan disesuaikan dengan ketentuan TransJakarta. Dengan demikian, warga Jakarta bisa menikmati layanan angkutan umum yang lebih baik, meningkatkan minat pengguna kendaraan pribadi untuk beralih menggunakan transportasi publik, dan tujuan utama untuk mengatasi kemacetan di Jakarta dapat tercapai.

Artikel lainnya

Tahun ini, Target Pembangunan Rusunawa Menjadi 20 Ribu Unit Rusun

Untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal warga ibu kota, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus membangun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) sebagai alternatif hunian dengan biaya sewa rendah, - ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City