Kenali Hoax, Inilah Cara Memverifikasi Berita yang Beredar di Internet

JSC | 1 year ago

Sebagai smart people yang hidup di smart city, warga Jakarta tentu membutuhkan informasi terkini dan akurat. Kebutuhan tersebut dapat tercukupi melalui media cetak maupun elektronik. Sayangnya, laju informasi yang semakin deras memunculkan masalah baru yakni maraknya berita hoax dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar tidak termakan berita bohong, warga bisa melakukan cara berikut ini untuk memverifikasi berita yang beredar di internet dan media sosial.

 

Penelusuran Gambar dengan Fitur Google

Gambar atau foto seringkali digunakan untuk memperkuat penyampaian informasi. Tidak terkecuali untuk berita hoax. Foto yang diambil pada suatu peristiwa, sering didaur ulang atau digunakan untuk pemberitaan lain. Walau tujuannya memberikan ilustrasi, cara ini sering menimbulkan salah paham.

Selain itu, ada pula pihak-pihak yang sengaja menggunakan foto atau gambar tertentu untuk menegaskan berita bohong yang disebarkan, agar membuat orang lebih percaya. Untuk menghindari kesalahpahaman, warga bisa mengecek konteks asli suatu gambar atau foto melalui melalui fitur penelusuran gambar yang kini melengkapi mesin pencarian Google.

Fitur bernama Google Image Search ini mampu mengidentifikasi gambar yang diunggah atau melalui tautan Uniform Resource Locator (URL) dari gambar yang terdapat di internet. Hasilnya, Google Image Search  akan menampilkan hasil pencarian berupa gambar yang mirip dengan gambar atau foto yang ingin diketahui sumber asal atau konteks asli pemberitaan yang memuat konten visual tersebut. Fitur tersebut dapat diakses melalui images.google.com.

 

Mengecek Kredibilitas Narasumber dalam Berita

Narasumber yang dikutip dari suatu berita juga dapat digunakan sebagai indikator keakuratan informasi. Untuk mengecek kredibilitas narasumber yang pernyataannya dimuat dalam suatu pemberitaan, warga dapat mencari data diri seseorang melalui situs pipl.com. Aplikasi berbasis web yang mengklaim dirinya sebagai mesin pencarian data diri terbesar di dunia ini dapat digunakan dengan memasukkan kata kunci berupa alamat email, nama pengguna media sosial, bahkan nomor telepon. Cara ini juga bisa digunakan dengan menggunakan search engine lain seperti Bing atau Google.

Selain memanfaatkan kedua alat tersebut, warga juga bisa mewaspadai berita hoax dengan memilah sumber-sumber informasi terpercaya yaitu yang telah diverifikasi oleh Dewan Pers. Kita juga bisa ikut menekan penyebaran berita bohong dengan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya.

Artikel lainnya

Menuntut Hak Pejalan Kaki di Trotoar Ibu Kota

Revitalisasi trotoar yang telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta akan percuma jika warga tidak menggunakan fasilitas publik tersebut sesuai peruntukkannya. Perhatian terhadap penyalahgunaan area ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City