Hidup Lebih Nyaman dan Mudah dengan Penerapan Transit Oriented Development di Kota Pintar

JSC | 1 year ago

Smart living dan smart mobility sebagai dua indikator kota pintar, ingin ditiru Pemprov DKI Jakarta dari negara yang berhasil menata sistem transportasi publik dan tata kotanya sehingga memudahkan aktivitas warga. Oleh karena itu, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bersama pemerintah pusat melakukan studi banding penerapan Transit Oriented Development (TOD) ke Jepang. Studi banding dilakukan dengan mengunjungi empat kota di Jepang dengan berbagai variasi kepadatan lalu lintas yaitu Tokyo, Nagoya, Fukuoka, dan Kokura. Keempat kota di Jepang tersebut telah menerapkan TOD di semua terminal dan stasiun.

TOD adalah tren untuk menciptakan lingkungan yang dinamis, layak ditinggali, dan mendukung kelestarian lingkungan dengan membudayakan warga untuk berjalan kaki, mengembangkan kawasan pedestrian, serta fasilitas kota yang berkualitas dan saling terhubung. Angkutan umum terintegrasi dengan pusat-pusat aktivitas penduduk sehingga mempermudah mobilitas mereka tanpa bergantung pada penggunaan kendaraan pribadi. Cara ini diyakini mampu menurunkan tingkat stres warga perkotaan.

Penerapan TOD melibatkan proses penataan dan revitalisasi kota, pembaruan daerah sub urban, dan membuat perkotaan sebagai tempat yang ramah bagi pejalan kaki. Konsep tersebut selain membuat kota menjadi tempat yang lebih nyaman untuk ditinggali, juga diklaim dapat menjadi solusi bagi masalah perubahan iklim dan krisis energi global. Salah satu aplikasi TOD dalam hal pengaturan tempat tinggal warga dipercaya dapat mengurangi konsumsi energi hingga 85%.

Sebagai contoh, jika pekerja Ibu Kota yang kini tinggal di daerah sub urban seperti Bekasi, Tangerang, atau Bogor bisa mendapatkan hunian yang lebih dekat dengan tempat kerjanya atau lebih dekat dengan akses transportasi publik, maka kebutuhan energi untuk mobilitas yang mereka butuhkan tiap hari tentu jauh berkurang.

Konsep TOD telah diaplikasikan untuk pembangunan sarana transportasi dan tata kota di Jepang sejak 1872 dan masih dalam tahap pengembangan hingga tahun 2045. Kunci keberhasilan Negara Matahari Terbit itu dalam mengaplikasikan TOD adalah kekonsistenan dan perencanaan yang berkesinambungan. Sedangkan di Jakarta, penerapan TOD akan mulai dilakukan di Dukuh Atas. Menurut perencanaan pembangunannya, lokasi tersebut akan menjadi tempat integrasi berbagai macam transportasi umum seperti Commuter Line, Transjakarta, Mass Rapid Transit (MRT), serta kereta bandara.

Artikel lainnya

Pemprov DKI Jakarta Siap Memberikan Fasilitas Rusun yang Terbaik

Untuk mewujudkan konsep smart living, yang merupakan salah satu indikator dari smart city, Pemprov DKI Jakarta berinisiasi membangun hunian vertikal atau rumah susun untuk warga Jakarta. Hal ini juga ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City