Aplikasi yang Dikembangkan untuk Menghadapi Ancaman Bencana Alam

JSC | 2 years ago

Selama tahun 2016, ada 2.342 bencana alam yang terjadi di seluruh Indonesia. Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir, longsor, dan puting beliung adalah jenis bencana alam yang mendominasi. Hingga 92% kejadian di tanah air, umumnya merupakan ketiga bencana tersebut. Secara menyeluruh, bencana alam yang terjadi sepanjang tahun 2016 telah memakan korban sebanyak 71.740 jiwa. 

Bukan hanya Indonesia, negara-negara lain juga kerap kali harus menghadapi bencana alam. Hal ini membuat banyak organisasi atau komunitas berlomba-lomba merancang aplikasi berbasis teknologi informasi terkait bencana. Berikut beberapa contoh aplikasi tersebut.

 

One Concern

Aplikasi yang dibuat oleh mahasiswa Stanford University ini memanfaatkan open data dan artificial intelligence untuk menetapkan titik lokasi pada suatu area tertentu yang cenderung mengalami kerusakan lebih parah ketika terjadi gempa. Algoritma yang digunakan pada aplikasi tersebut mampu menganalisis karakteristik gedung pada kejadian gempa terdahulu, dilengkapi dengan data kondisi tanah, usia gedung, lengkap dengan renovasi atau perbaikan gedung terbaru. Dengan demikian, petugas diharapkan akan lebih mudah menentukan tempat-tempat awal yang harus segera didatangi ketika terjadi bencana, terutama gempa.

 

Ushahidi

Aplikasi ini memanfaatkan data yang dihimpun dari penggunanya. Data mentah tersebut akan diolah dengan open data untuk memproduksi peta yang berguna bagi tim penanganan bencana untuk segera bertindak di titik-titik kejadian. Terobosan ini mulai diinisiasi saat Kenya mengalami kerusuhan setelah pemilihan umum 2008. Ushahidi kemudian berhasil membantu 4.000 sukarelawan memetakan kondisi di Kathmandu yang dilanda gempa pada bulan April, 2015.

 

Pantau Banjir

Aplikasi besutan Unit Pengelola Jakarta Smart City ini berguna sebagai penyedia informasi tentang kondisi perairan di DKI Jakarta. Kelebihannya adalah dapat menampilkan peta Jakarta lengkap dengan zona yang diberi warna tertentu untuk menunjukkan lokasi terjadinya banjir, ketinggian air, dan status siaga. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan menu report untuk menampilkan laporan banjir yang sedang melanda Jakarta. Menu lain yang bisa ditampilkan melalui aplikasi tersebut adalah informasi ketinggian air di setiap pintu air dan pos-pos pengamatan aliran sungai di Jakarta. Melalui aplikasi ini, warga Jakarta diharapkan dapat mengantisipasi bencana banjir yang mungkin melanda dan petugas dapat bertindak cepat menangani kejadian tersebut.

Artikel lainnya

Mengenal Kawasan Menteng

Menteng, kawasan permukiman mewah di Jakarta yang juga menjadi salah satu wilayah kecamatan. Berada di Pusat Jakarta, Menteng mempunyai sejarah tersendiri. Kawasan ini sejak dahulu hingga kini menjadi ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City