Mempersiapkan Teknologi 5G untuk Smart City

JSC | 5 months ago

Walau teknologi 4G baru saja diterapkan di Indonesia dan cakupannya masih terbatas, GSM Association yang akrab disebut GSMA kembali mencetuskan generasi kelima dari teknologi jaringan seluler atau 5G. Asosiasi yang anggotanya merepresentasikan operator seluler dari seluruh dunia, dengan anggota 800 operator seluler dan 300 perusahaan associate member ini merumuskan kualifikasi 5G pada Desember 2014.

Kecepatan yang dipatok untuk teknologi jaringan seluler terbaru itu akan mencapai 1-10Gbps. Dengan kecepatan tersebut, waktu yang diperlukan untuk mengunduh film dalam format HD (High Definition) adalah sekitar 10 detik. Jika menggunakan jaringan 4G, diperlukan waktu 10 menit untuk men-download file yang sama. Karakteristik lain dari 5G adalah memiliki latency yang sangat rendah. Waktu respon untuk memuat konten website, aplikasi, video, atau chat sekitar 1 milidetik, sementara 4G membutuhkan waktu sekitar 50 milidetik.

Teknologinya diperkirakan baru akan tersedia pada 2020. Jika sesuai rencana, maka Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang akan menjadi ajang pertama yang akan menjadi uji coba penerapan 5G. Sedangkan di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia telah mengungkapkan rencananya untuk mendorong laju pembangunan infrastruktur jaringan internet di Indonesia, salah satunya dengan teknologi 5G. Komitmen pembangunan infrastruktur 5G di Indonesia dianggap sejalan dengan visi Nawa Cita pemerintah.

Kelak, generasi terbaru jaringan seluler ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengalaman bagi pengguna smartphone, namun juga akan mendukung perkembangan teknologi lain seperti Internet of Things (IoT) sebagai salah satu alat mewujudkan smart city. Banyaknya alat yang akan saling berkomunikasi melalui sistem IoT, akan membutuhkan kecepatan transfer data yang lebih baik, kapasitas data yang lebih besar, cakupan wilayah yang lebih luas dan menyeluruh, serta latency lebih rendah yang memungkinkan respon lebih cepat.

Elemen-elemen tersebut secara teori mampu difasilitasi oleh 5G. Sehingga dengan pemanfaatkan yang tepat, kota yang lebih pintar, bersih, aman, dan minim permasalahan yang umum menimpa kota besar seperti kemacetan, polusi, dan penggunaan energi yang berlebih  akan menjadi mimpi yang tak lama lagi dapat terwujud.

Artikel lainnya

Pergerakan Harga dan Ketersediaan Komoditas Pangan di Jakarta

Berdasarkan pengamatan pergerakan harga pangan di pasar, tekanan inflasi pada Oktober hingga akhir 2016 diperkirakan akan tetap terkendali dan cenderung di bawah kisaran perkiraan inflasi. Pergerakan ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City