Portal Jakarta Smart City akan Memuat Informasi tentang Pengembang Bermasalah

JSC | 1 year ago

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana mempublikasi informasi tentang pengembang yang belum memenuhi kewajiban-kewajibannya melalui portal Jakarta Smart City (JSC). Kewajiban yang dimaksud adalah melakukan pembangunan fasilitas umum, fasilitas sosial, serta memperbaiki trotoar di sekitar gedung yang dibangun pengembang tersebut. Selain memperbaiki, trotoar baru juga harus dilengkapi dengan ducting untuk memudahkan pemasangan utilitas.

Dengan mengabaikan kewajiban tersebut, Pemprov DKI Jakarta tidak akan menerbitkan Sertifikat Layak Fungsi (SLF). Sertifikat tersebut wajib dimiliki gedung yang telah selesai dibangun dengan memenuhi persyaratan kelayakan fungsi sebagai prasyarat untuk dapat dimanfaatkan. SLF berlaku selama 5 tahun untuk bangunan umum dan 10 tahun untuk bangunan rumah tinggal.

Selama dilakukan pembangunan fasilitas-fasilitas yang dipersyaratkan, pengembang akan mendapatkan Sertifikat Layak Fungsi (SLF) sementara yang berlaku selama enam bulan. Jika pengerjaan tidak tuntas, maka SLF tidak akan diperpanjang. Kebijakan tersebut diambil salah satunya karena kondisi trotoar yang tidak terurus. Setidaknya ada 2.600 kilometer trotoar di Jakarta dalam kondisi tidak layak. Untuk memperbaikinya, Pemprov DKI Jakarta membutuhkan waktu lama dan biaya cukup mahal. Sehingga pemerintah meminta bantuan dari pihak swasta untuk berpartisipasi.

Sayangnya, hingga kini masih banyak pengembang yang belum menyelesaikan kewajiban tersebut. Oleh karena itu, penyebaran informasi pengembang yang tidak mendapat Sertifikat Layak Fungsi (SLF) melalui portal JSC diharapkan dapat menimbulkan efek jera. Pemprov DKI juga akan memasang tanda khusus pada bangunan milik pengembang yang belum menunaikan kewajibannya.

Untuk mengeksekusi rencana tersebut, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMP dan PTSP) DKI Jakarta akan mendata pengembang yang hingga kini belum memperpanjang SLF. Informasi tentang data pengembang nakal itu selanjutnya akan disampaikan ke Unit Pengelola Jakarta Smart City untuk dipublikasikan.

Artikel lainnya

Cara Baru Pengaplikasian Sensor Kualitas Udara di Smart City

Polusi udara adalah masalah sehari-hari yang harus dihadapi warga Ibukota. Berbagai macam polusi udara seperti asap kendaraan bermotor dan limbah udara yang dihasilkan sektor industri, bisa bertahan ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City