Petunjuk Mewujudkan Smart City Menurut Diagram Cohen

JSC | 9 months ago

Unit pengelola Jakarta Smart City merupakan bagian dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memastikan ketercapaian enam pilar kota pintar di Jakarta. Keenam pilar tersebut adalah smart governance, smart people, smart living, smart mobility, smart economy, dan smart environment.

Boyd Cohen, seorang peneliti dan profesor yang mendalami bidang kewirausahaan, keberlanjutan sumber daya, dan kota pintar di Universidad del Desarrollo yang terletak di Santiago, Chile mencetuskan diagram tentang kota pintar, Cohen’s Smart Cities Wheel yang memuat pilar-pilar tersebut.

 

                                                Pict 1. Cohen’s Smart Cities Wheel (Sumber: chorally.com)

Salah satu pilar dari smart city adalah smart economy. Menurut Diagram Cohen, pilar tersebut meliputi even internasional, pembangunan dan penelitian, serta perkembangan startup baru. Ketiga komponen tersebut merupakan penunjang utama bagi perekonomian kota pintar.

Untuk pilar smart governance, hal penting yang menjadi perhatian bagi sebuah kota pintar adalah keterbukaan dan kemudahan akses data-data pemerintahan oleh publik. Informasi terkait kepentingan publik disosialisasikan dengan baik sehingga komunikasi yang baik bisa terjalin antara pemerintah dengan warganya. Oleh sebab itu, penyediaan akses internet yang baik sangat diperlukan. Sumber daya manusia di pemerintahan juga kunci penting untuk mewujudkan smart governance.

Selain pemerintahan yang smart, warga yang pintar juga penting untuk mewujudkan suatu smart city. Hal utama dan terpenting adalah pendidikan. Penunjang terwujudnya pilar smart people adalah lingkungan hidup yang sehat, keamanan, serta kebahagiaan yang terjamin. Ketiga hal tersebut menurut Diagram Cohen termasuk dalam indikator smart living.

Sedangkan di bidang transportasi, penggunaan transportasi publik harus digalakkan. Kenyamanan warga untuk menggunakan angkutan umum adalah hal yang harus dijamin. Misalnya dengan menyediakan moda transportasi yang aman, cepat, dan terjamin ketepatan waktunya. Penggunaan kendaraan yang hemat energi juga menjadi topik penting menurut Cohen’s Smart Cities Wheel untuk mewujudkan pilar smart mobility.

Kota pintar tentu harus memiliki lingkungan hidup yang dikelola secara pintar pula. Ketersediaan ruang hijau yang memadai, pengelolaan sampah yang bijak, dan meminimalkan jejak karbon untuk menguragi efek global warming adalah beberapa poin dari smart environment menurut Boyd Cohen.

Keenam pilar tersebut harus dikembangkan bersama-sama dan seimbang untuk mewujudkan suatu kota pintar. Seperti petunjuk Cohen, mewujudkan smart city harus dengan mencoba melangkah menggunakan modal yang minim dan terukur. Salah satu prinsipnya adalah pick the low hanging fruits. Artinya melakukan langkah yang paling mudah terlebih dahulu. Bagitu pula dengan Jakarta, sedikit demi sedikit perbaikan diharapkan dapat merubah wajah Ibukota kelak menjadi smart city yang seutuhnya.

Artikel lainnya

Jakarta Smart City Hadir di Jakarta Fair, Kemayoran

Pemprov DKI Jakarta membuka anjungan Jakarta Smart City (JSC) dalam penyelenggaran Jakarta Fair di JIExpo, Kemayoran, 10 Juni – 17 Juli 2016. Anjungan tersebut tepatnya berada di Hall C1 JIExpo. ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City