Menjaga Kelestarian Lingkungan dengan Pembangunan IPAL di Kepulauan Seribu

JSC | 6 months ago

Sebagian kawasan dari Kabupaten Kepulauan Seribu merupakan kawasan pelestarian alam bahari di Indonesia dan ditetapkan sebagai Taman Nasional Kepulauan Seribu. Kawasan ini terletak di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, tepatnya di tiga kelurahan yaitu Pulau Panggang, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan.

Selain merupakan wilayah perairan yang dilindungi, Kepulauan Seribu dihuni oleh sekitar 23.000 penduduk. Lokasi pemukiman penduduk yang langsung terhubung dengan perairan laut sering menimbulkan masalah seperti pembuangan limbah yang mencemari laut terutama limbah domestik rumah tangga seperti septictank dan limbah cair dari kegiatan sehari-hari seperti mencuci dan mandi. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov DKI membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di beberapa pulau.

Proyek pembangunan IPAL bertujuan mendukung sektor pariwisata yang merupakan andalan bagi Kepulauan Seribu. Pembangunan instalasi pengolahan limbah dapat menjaga keindahan alam yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

Saat ini, telah dibangun dua zona IPAL di Pulau Tidung yaitu zona utara dan zona selatan. IPAL yang terdapat di zona utara memiliki kapasitas 200 meter kubik untuk menampung limbah dari 400 rumah, sedangkan di zona selatan terdapat IPAL berkapasitas 150 meter kubik yang menampung limbah dari 300 rumah warga. Pembangunan IPAL direncanakan akan bertambah lagi sebanyak dua zona pada tahun depan.

Pulau Pramuka saat ini sudah berhasil menyambungkan 17 saluran limbah warga ke IPAL. Saluran tersebut mengalirkan limbah dari 350 rumah warga. Sedangkan di Pulau Panggang, pengerjaan proyek IPAL baru mencapai 47 persen.  Pengerjaannya dipercepat agar pembangunan fasilitas ini bisa selesai pada akhir tahun. Setiap unit IPAL dilengkapi dengan generator yang otomatis menyala ketika listrik padam dan blower cadangan untuk memastikan fungsi penyaringan di bak-bak kontrol berjalan baik.

Instalasi pengolahan limbah di Kepulauan Seribu dikelola oleh Dinas Tata Air DKI Jakarta yang bertugas mengatasi berbagai gangguan, seperti penyumbatan saluran, membersihkan bak kontrol, serta melakukan pemeliharaan rutin bak-bak penyaring di IPAL yang beroperasi 24 jam penuh. Dengan pengelolaan yang baik, diharapkan IPAL dapat berfungsi maksimal agar air yang mengalir dari selokan-selokan pembuang menuju laut menjadi lebih bersih. 

Artikel lainnya

Pembangunan Pasar Bendungan Hilir sebagai Percontohan

Peletakan batu pertama atau groundbreaking Pasar Bendungan Hilir (Benhil) dilakukan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat pada hari Rabu, 26 Oktober 2016. Pasar yang berlokasi di ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City