Sistem Pembatasan lalu Lintas Genap Ganjil versus Electronic Road Pricing untuk Mengatasi Kemacetan Ibukota

JSC | 3 months ago

Beberapa ruas jalan di Jakarta yang menggunakan sistem 3 in 1 telah digantikan dengan peraturan pembatasan lalu lintas ganjil genap sejak 30 Agustus 2016. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghapus sistem 3 in1 karena dianggap menimbulkan masalah baru, seperti adanya praktik joki.

Layaknya sistem 3 in 1,  peraturan pembatasan lalu lintas ganjil genap juga diterapkan di ruas jalan yang sama, yaitu Jalan Medan Merdeka Barat - Jalan Thamrin - Jalan Jenderal Sudirman - Jalan Sisingamangaraja, dan sebagian Jalan Jenderal Gatot Subroto. Dalam aturan ganjil genap, kendaraan dengan nomor plat ganjil hanya bisa melalui ruas jalan yang ditentukan pada tanggal ganjil, sementara kendaraan dengan nomor plat genap hanya bisa melewati jalan-jalan tersebut pada tanggal genap.

Pembatasan lalu lintas ganjil genap sebenarnya merupakan kebijakan sementara sebelum dilakukan penerapan Electronic Road Pricing (ERP) yang masih membutuhkan waktu untuk pengkajian dan persiapan infrastruktur. ERP ditargetkan untuk bisa terealisasi pada tahun depan. Kebijakan penerapan ERP dinilai paling efektif untuk mengatasi kemacetan yang masih menjadi masalah sehari-hari di Ibukota.

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta belum menentukan retribusi tarif yang akan dikenakan saat penerapan jalan berbayar tersebut. Penerapan tarif rencananya akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi ruas jalan. Berdasarkan hasil kajian sementara, tarif awal yang akan diterapkan adalah sebesar Rp23.000-Rp25.000. Jika pada tarif tersebut masih banyak kendaraan yang melintas, kemungkinan pemerintah akan menaikkan tarif. Begitu pula sebaliknya, jika jalan sepi maka tarif dapat diturunkan.

 

Sumber foto: https://cdn.sindonews.net/dyn/620/content/2016/07/24/171/1125858/uji-coba-ganjil-genap-31-491-mobil-akan-melintas-di-jalur-ini-Rxa.jpg

Artikel Lainnya

Cara Baru Pengaplikasian Sensor Kualitas Udara di Smart City

Polusi udara adalah masalah sehari-hari yang harus dihadapi warga Ibukota. Berbagai macam polusi udara seperti asap kendaraan bermotor dan limbah udara yang dihasilkan sektor industri, bisa bertahan ...

Hak cipta © 2016 oleh Jakarta Smart City