Penerapan One Man One Ticket untuk Meningkatkan Pelayanan Transjakarta

JSC | 11 months ago

PT Transjakarta akan memberlakukan sistem one man one ticket atau satu orang satu tiket di 12 koridor Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta mulai 11 Januari 2017 mendatang. Dengan diberlakukannya sistem ini, maka sistem ticketing Transjakarta akan menyerupai PT KAI Commuter Jabodetabek. Kartu e-ticketing tidak bisa digunakan untuk banyak orang seperti sebelumnya.

Warga pengguna Transjakarta harus melakukan tap in di halte awal dan tap out saat keluar di halte tujuan. Bukan hanya di rute BRT, sistem ini juga akan dikembangkan untuk rute bus non BRT. Oleh karena itu, setiap pengguna Transjakarta diwajibkan memiliki kartu e-ticketing dan penggunaan satu kartu untuk beberapa pelanggan sudah tidak bisa dilakukan lagi.

Kebijakan tersebut ditetapkan untuk mendapatkan data perjalanan dan pola perjalanan pelanggan Transjakarta. Data yang telah dikumpulkan akan digunakan untuk menentukan penyesuaian rute atau infrastruktur Transjakarta agar pelayanan lebih maksimal.

Warga tidak perlu khawatir karena meskipun tapping dilakukan dua kali, pemotongan saldo pada kartu e-ticketing hanya akan terjadi satu kali. Jika melakukan transit dari rute non-BRT ke koridor BRT, pelanggan Transjakarta hanya perlu menunjukkan bukti transaksi yang diperoleh dari petugas di bus non-BRT kepada petugas yang berada di pintu keluar.

Jika tidak melakukan tap out, maka kartu e-ticketing akan terblokir sehingga tidak dapat digunakan untuk tap in saat perjalanan selanjutnya. Untuk mengatasi hal tersebut, pengguna bus perlu mereset kartu pada mesin BCT atau menghubungi petugas Transjakarta.

Artikel lainnya

Menuju "Jakarta Bebas Banjir"

Sebagai pusat pemerintahan dan kegiatan perekonomian, sudah sewajarnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tanggap dalam menghadapi bencana, salah satunya banjir. Berbagai cara dilakukan, dari mulai ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City