Target Pembangunan 182 RPTRA Hingga Akhir Tahun 2016

JSC | 2 years ago

Jumlah keseluruhan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang akan diselesaikan pembangunannya dan bisa segera diresmikan menjelang akhir tahun 2016 ini mencapai 182 lokasi. Sebanyak 112 RPTRA dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta sedangkan 70 lainnya dibangun menggunakan dana CSR dari berbagai perusahaan di Ibukota. Rata-rata dana yang dibutuhkan untuk pembangunan satu lokasi RPTRA sekitar Rp600 juta.

Pembangunan tetap akan berlanjut pada 2017 sehingga nantinya setiap kelurahan memiliki RPTRA khususnya kelurahan padat penduduk. Dengan RPTRA, warga dapat memiliki tempat berkumpul, bersosialisasi, dan melakukan kegiatan yang bermanfaat dengan nyaman dan terfasilitasi dengan baik. Selain lokasi-lokasi yang telah ditentukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lokasi pembangunan RPTRA juga bisa diusulkan oleh masyarakat.

RPTRA dapat memenuhi beberapa indikator dari 31 indikator kota layak anak yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011 tentang Indikator Kabupaten/Kota Layak Anak.

RPTRA juga bisa dimanfaatkan warga Jakarta untuk mengadakan berbagai acara seperti acara pernikahan, pertunjukan kesenian, tempat pelatihan, tempar membaca buku atau permainan edukatif, bahkan anak putus sekolah bisa mengikuti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Paket A, Paket B dan Paket C seperti yang telah dilakukan di RPTRA Cibesut, Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara.

Walaupun RPTRA dilengkapi dengan petugas pengelola yang digaji sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP), namun warga juga berkewajiban untuk merawat fasilitas publik tersebut. Warga adalah pemilik RPTRA, sehingga mereka diharapkan dapat menjaga, merawat, sekaligus memaksimalkan penggunaan fasilitas gratis yang disediakan oleh pemerintah tersebut.

Artikel lainnya

Pemanfaatan Teknologi Internet of Things (IoT) di Jakarta Smart City

Internet of Things yang juga dikenal dengan IoT merupakan sebuah konsep yang masih terus berkembang sehingga tidak memiliki definisi pasti. IoT menggunakan pemrograman untuk menghasilkan interaksi ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City