Pemanfaatan Teknologi Informasi di Terminal Pulogebang

JSC | 6 months ago

Transportasi merupakan salah satu penunjang kehidupan perkotaan dengan tingkat mobilitas penduduk yang tinggi salah satunya Jakarta. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempersiapkan terminal berkelas internasional yang akan diresmikan pada 28 Desember 2016 yaitu Terminal Pulogebang di Cakung, Jakarta Timur.

Sebagai fasilitas modern yang akan dijadikan sebagai proyek percontohan di Indonesia, Terminal Pulogebang dilengkapi dengan fasilitas terkini seperti penggunaan Light Emitting Diode (LED) sebagai rambu lalu lintas di dalam terminal, lift, eskalator, pintu otomatis, kamera pengawas atau CCTV, pendingin (AC) di ruang tunggu penumpang, dan yang tidak kalah penting, pemanfaatan teknologi informasi sebagai penunjang operasional terminal.

Saat ini, jaringan pendukung teknologi informasi untuk operasional terminal sudah terpasang. Namun Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan (Diskominfomas) DKI Jakarta masih melakukan identifikasi karena sejak pertama kali dibangun hingga saat ini, sistem teknologi informasi yang ada belum pernah dioperasikan. Identifikasi terhadap sistem yang telah dipasang oleh penyedia jasa tersebut dilakukan untuk mengetahui kecocokan sistem yang tersedia dengan kebutuhan Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta di Terminal Pulogebang.  

Diskominfomas DKI Jakarta juga berencana melibatkan ahli programmer dari Unit Pengelola Jakarta Smart City untuk pembuatan aplikasi pendukung fasilitas Terminal Pulogebang. Senada dengan hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono menyatakan bahwa seluruh data tentang Terminal Pulogebang harus terkoneksi ke portal Jakarta Smart City sehingga warga dan pemerintah bisa dengan mudah mengakses informasi tersebut melalui perangkat elektronik yang terhubung dengan internet.

 

Sumber foto: http://assets.kompas.com/data/photo/2015/06/03/123004420150603-122541780x390.JPG

Artikel lainnya

Revitalisasi Terminal Manggarai sebagai Bentuk Peningkatan Layanan Publik

Sebagai kota dengan jumlah penduduk mencapai 12 juta di siang hari, dan 9 juta di malam hari, tentunya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu memikirkan strategi untuk mengurai kemacetan yang akan ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City