Pergerakan Harga dan Ketersediaan Komoditas Pangan di Jakarta

JSC | 8 months ago

Berdasarkan pengamatan pergerakan harga pangan di pasar, tekanan inflasi pada Oktober hingga akhir 2016 diperkirakan akan tetap terkendali dan cenderung di bawah kisaran perkiraan inflasi. Pergerakan harga signifikan kemungkinan akan terjadi pada akhir tahun 2016 menjelang Natal dan tahun baru 2017. Namun demikian, curah hujan tinggi akibat La-Nina masih perlu diwaspadai karena dapat mengganggu pasokan pangan ke Ibukota.

Ketersediaan Bahan Pokok

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) memperpanjang kerja sama dalam hal distribusi beras sehingga Bulog berkomitmen akan menyediakan stok beras sebanyak 75 ribu ton sampai Maret 2017. Kerja sama antara pemerintah dan Bulog diperpanjang karena hal tersebut terbukti berhasil menjaga stabilitas harga beras di Jakarta. Pasokan beras Bulog akan didistribusikan melalui PT Food Station Tjipinang Jaya dan PD Pasar Jaya.

PT Food Station Tjipinang Jaya adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam bidang pengadaan komoditi pangan dengan bekerjasama dengan produsen beras atau penggilingan padi di seluruh Indonesia untuk mendukung program pemerintah dalam hal ketahanan pangan. BUMD ini juga melakukan operasi pasar untuk membantu mengontrol harga dan memenuhi kebutuhan pokok bagi warga Jakarta. Melalui operasi pasar yang dilakukan PT Food Station Tjipinang Jaya, telah terdistribusi sebanyak 4.375 kg beras, 2.240 bungkus minyak goreng, 2.283 kg gula pasir, dan 914 kg tepung terigu selama 1-4 November 2016. Selain itu, Pemerintah Jakarta juga bekerja sama dengan Divisi Regional Bulog Jakarta dan Induk Koperasi Kepolisian Indonesia (Inkoppol) untuk rutin melakukan operasi pasar sehingga harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga.

Ketersediaan Bahan Pangan yang Bergejolak (Volatile Food)

Bahan pangan yang harganya sering bergejolak atau volatile food antara lain daging sapi, ayam, telur, serta bumbu-bumbuan, mengalami deflasi akibat penurunan harga yang terjadi hingga akhir bulan Oktober 2016. Fenomena ini terjadi salah satunya akibat stok yang terjaga dan harga pakan ternak yang stabil. Pasokan ayam ras yang semula berkurang akibat kebijakan pemusnahan grandparent stock untuk peremajaan indukan yang sudah tua juga berangsur normal sehingga harga ayam di pasaran bisa kembali stabil.

Pemprov DKI Jakarta juga terus melakukan penjajakan kerjasama antar daerah dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Belitung untuk program breeding sapi. Kegiatan ini diharapkan bisa menjaga pasokan daging sapi bagi warga Jakarta. Untuk bumbu-bumbuan, walaupun harga cabai akan naik akibat curah hujan yang tinggi di daerah sentra produksi, namun harga bawang merah saat ini mengalami penurunan seiring dengan panen raya di daerah pusat-pusat produksi. Trend harga minyak dunia yang masih dalam level rendah diperkirakan juga berdampak pada stabilnya harga bahan pangan, termasuk di Jakarta. 

Artikel lainnya

Penerapan Sistem Cashless di Lenggang Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ingin mewujudkan Jakarta sebagai cashless society. Cashless society berarti mengurangi transaksi tunai atau seluruh pembayaran menggunakan sistem uang ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City