Menjelang Akhir Tahun 2016, Bagaimana Perkembangan Pembangunan MRT dan LRT?

JSC | 5 months ago

Sebagai megapolitan yang terus tumbuh, transportasi menjadi hal yang tidak terelakkan bagi Jakarta. Saat ini, moda transportasi publik yang ada di Jakarta didominasi oleh kendaraan pribadi, dan hanya 2% saja bagi transportasi berbasis rel. Jika dibiarkan tanpa inovasi berarti, Jakarta akan mengalami kemacetan parah yang dapat mengurangi tingkat mobilitas dan menurunkan kualitas hidup warganya.

Pemprov DKI Jakarta saat ini mengembangkan dua moda transportasi publik untuk mengatasi masalah tersebut yaitu Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT).

Pembangunannya terus dikebut dengan harapan dapat segera dioperasikan demi memenuhi kebutuhan transportasi Ibukota. Untuk MRT, pembangunan megaproyek ini terbagi menjadi empat segmen pekerjaan yaitu pekerjaan sipil bagian layang (elevated), pekerjaan sipil bagian bawah tanah (underground), pekerjaan railway systems dan trackwork, serta pekerjaan rolling stock. Khusus untuk pembangunan konstruksi dan pengeboran jalur bawah tanah, pengerjaan proyek ini sudah mencapai 65%.

Saat ini, pembangunan konstruksi pendukung MRT pada area Stasiun Bundaran HI sedang berlangsung, juga penimbunan tanah di atap stasiun, dan pengecoran kolom permanen terakhir. Untuk Stasiun Dukuh Atas, sedang berlangsung pekerjaan pembuatan terowongan bawah tanah yang menghubungkan Stasiun Bundaran HI menuju Stasiun Dukuh Atas. Saat ini, Bor Mustikabumi II telah tiba di Stasiun Dukuh Atas dan sedang dilakukan persiapan untuk pembuatan terowongan menuju Stasiun Setiabudi.

Pada Stasiun Bendungan Hilir juga sedang berlangsung pembuatan terowongan bawah tanah. Total panjang terowongan yang telah dikerjakan di jalur Patung pemuda - Bendungan Hilir masing-masing sepanjang 2040 meter. Di Stasiun Istora, sedang dilakukan pembuatan kolom di area base slab stasiun dan invert concrete di tunnel downtrack Istora-Bendungan Hilir. Pekerjaan pada level platform telah selesai di Stasiun Senayan dan saat ini sedang dilakukan penimbunan pekerjaan relokasi drainase.

Pada area Sisingamangaraja, Blok M, Blok A, dan Haji Nawi, sedang dilakukan pembuatan kolom untuk konstruksi stasiun di daerah tersebut. Pengerjaan konstruksi kolom juga sedang dilakukan di Stasiun Cipete Raya, selain pelebaran jalan di area stasiun. Pelebaran jalan juga dilakukan untuk relokasi pintu tol Fatmawati 2. Untuk area Depo dan Stasiun Lebak Bulus, sedang dilakukan beberapa pekerjaan konstruksi seperti pemasangan box girder, pier head, dan pembangunan pondasi area Depo. Selain itu, pada area stasiun ini juga telah dilakukan penyelesaian dan pengoperasian Halte Transjakarta baru.

Proyek transportasi berbasis rel tersebut diharapkan sudah bisa beroperasi pada 2019 mendatang. Dengan menggunakan moda transportasi ini, perjalanan sepanjang 15,7 kilometer dari Bundaran HI ke Lebak Bulus diperkirakan bisa ditempuh dalam waktu 30 menit.

Selain MRT, saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga sedang mengerjakan megaproyek LRT. Moda transportasi ini direncanakan dibangun sebanyak tujuh koridor yaitu Kebayoran Lama-Kelapa Gading sepanjang 21,6 kilometer, Tanah Abang-Pulomas 17,6 kilometer, Joglo-Tanah Abang 11 kilometer, Puri Kembangan-Tanah Abang 9,3 kilometer, Pesing-Kelapa Gading 20,7 kilometer, Pesing-Bandara Soekarno-Hatta 18,5 kilometer, dan Cempaka Putih-Ancol 10 kilometer.

Pembangunan LRT untuk mengatasi kemacetan di Ibukota ini dikerjakan oleh dua perusahaan yaitu PT Adhi Karya Tbk dan PT Jakarta Propertindo. Menurut Direktur Keuangan dan Legal Adhi Karya Haris Gunawan, proses pembangunan LRT saat ini rata-rata mencapai 6,5% dengan rincian rute Cibubur-Cawang 12,7%, Cawang-Dukuh Atas 3%, dan Cawang-Bekasi 4,8%. Target pembangunan LRT hingga akhir tahun diprediksi mampu mencapai 15%.

Sedangkan menurut Aris Joko, perwakilan dari PT Jakarta Propertindo, pembangunan dari dua koridor LRT dipastikan akan selesai sebelum penyelenggaraan ASEAN Games 2018. Koridor yang sedang dibangun adalah koridor satu dengan rute Kebayoran Lama-Kelapa Gading dan koridor tujuh dengan rute Kelapa Gading-Kemayoran-Pesing-Bandara Soekarno-Hatta. Untuk koridor Velodrome di Rawamangun ke Kelapa Gading sepanjang 6 km, diprediksi dapat selesai tepat waktu pada Agustus 2018. Pembangunan rute Kelapa Gading-Velodrome akan dilanjutkan hingga Dukuh Atas di kawasan sentra bisnis Sudirman. Saat ini, PT Jakarta Propertindo juga membuat studi kelayakan untuk koridor lainnya yaitu Kelapa Gading ke kawasan Kota Tua yang melalui Sunter di Jakarta Utara.

Menurut Adhi Nugroho, perwakilan dari PT Adhi Karya Tbk, rute Cibubur-Cawang bisa mulai beroperasi pada akhir 2018. Target selanjutnya adalah rute Cawang-Bekasi Timur yang direncanakan dapat mulai beroperasi pada akhir 2019. Sesuai dengan rencana Transit Oriented Development (TOD), LRT akan terkoneksi dengan gedung apartemen dan rusunawa, juga akan dilengkapi dengan park on ride terutama di Bekasi Timur.

 

Artikel Lainnya

Pojok Rakyat: Sebagai Program Pengembangan UMKM dan Pemasok di Carrefour

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UKM di Indonesia, Transmart Carrefour menghadirkan Pojok Rakyat. Corporate Communications dan General Manager Transmart Carrefour Satria Hamid ...

Hak cipta © 2016 oleh Jakarta Smart City