Memberdayakan Warga Rusun untuk Kehidupan yang Lebih Baik

JSC | 1 year ago

Salah satu fasilitas yang disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk warga penghuni rumah susun (rusun) adalah pelatihan. Setelah mendapatkan pelatihan, warga diharapkan mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Salah satu hasil pelatihan yang telah diterapkan oleh warga adalah di bidang cocok tanam. Kegiatan urban farming atau pertanian di wilayah perkotaan yang sudah berjalan antara lain di Rusun Flamboyan, Cengkareng, Jakarta Barat, Rusun Cipinang Besar Selatan (Cibesel), Jatinegara, Jakarta Timur dan Rusun Marunda, Jakarta Utara.

Warga Rusun Flamboyan menerapkan sistem akuaponik yaitu penggabungan antara pertanian hidroponik dengan akuakultur untuk memelihara lele. Sayuran seperti kangkung, bayam, caisim, cabai, daun bawang, tomat, dan selada adalah beberapa jenis tanaman yang dibudayakan warga di Rusun Flamboyan, Cengkareng, Jakarta Barat ini. Tanaman tersebut tidak menggunakan pupuk buatan pabrik, hanya endapan kotoran dan pakan yang tidak dimakan lele, disalurkan dengan pipa-pipa sebagai nutrisi bagi tanaman. Warga mendapatkan bantuan alat dan bibit untuk kegiatan tersebut dari Suku Dinas Pertanian Jakarta Barat.

Penghuni Rusun Cipinang Besar Selatan (Cibesel), Jatinegara, Jakarta Timur juga aktif bercocok tanam sejak mendapatkan bibit-bibit tanaman dari program Corporate Social Resposibility (CSR) perusahaan swasta dan pendampingan mitra dari Majalah Trubus. Mereka memilih tanaman terong, cabai, kangkung, jagung, dan selada air untuk dibudidayakan dengan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan tempat tinggal mereka.

Lain lagi dengan warga di Rusun Marunda. Warga yang sebelumnya tinggal di Kawasan Kalijodo ini menerapkan sistem hidroponik untuk bercocok tanam. Pemprov DKI menyediakan bantuan modal untuk warga yang berniat untuk mengembangkan kegiatan urban farming ini dengan pembagian keuntungan sebesar 80 persen untuk warga dan 20 persen untuk pemerintah.

Solusi lain untuk sumber penghasilan warga di rusun adalah di bidang konveksi. Daripada membuka pabrik baru, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyarankan pengusaha konveksi untuk memanfaatkan jasa penghuni rusun sebagai pekerja. Pelatihan menjahit yang telah diterima juga sudah diterapkan dengan cara membuat serbet, seprai, sarung bantal dan guling. Produk-produk buatan warga rusun itu dipasarkan secara mandiri sehingga mereka mendapatkan penghasilan. Dengan berbagai program tersebut, proses transisi warga dari lingkungan awal ke rusun diharapkan akan berjalan dengan mudah, bahkan bisa membuat kehidupan warga menjadi lebih baik.

Artikel lainnya

Mewujudkan Indikator Smart City lewat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Pemprov DKI Jakarta

Jakarta memiliki visi dan misi sesuai Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2013-2017. Visi pembangunan jangka mengengah Provinsi DKI Jakarta ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City